HUKUM KEPAILITAN

Seorang teman saya termasuk dalam golongan orang yang anti-utang. Menurutnya, utang bisa menghimpit dada, bisa sesak kita dibuatnya. Tapi dalam bisnis, adakah pengusaha yang tidak terlibat utang? Pertanyaan ini rasanya hampir mirip dengan “akankah matahari besok pagi terbit?” Jadi pengusaha tentu saja harus siap dililit utang. Tapi apapun permainannya, yang terpenting adalah berhati-hati di medan ranjau: memahami segala resiko dan konsekwensinya supaya maut tidak menjemput bangkrut karena, misalnya, pengadilan tiba-tiba menyatakan pailit. Bukankah krisis keuangan yang melanda dunia saat ini seperti bom curah yang jatuh ketika penduduk kota sedang lelap-lelapnya tidur? Dunia dikagetkan dengan pengumuman sang Presiden, “Yes, we are bankrupt. But don`t wory, we can believe in… change.” Seketika, besoknya, berita-berita bunuh diri para CEO yang kecewa atau depresi akibat bangkrut menghiasi halaman muka koran-koran besar.
Perikatan
Hukum nasional kita, khusunya hukum perdata, tidak mengenal istilah “utang” secara definitif. Istilah utang tidak dirumuskan dalam satu pasal pengertian, sehingga untuk mendefinisikannya istilah tersebut dikembangkan dalam doktrin. Istilah “utang” lahir bersamaan dangan istilah “piutang” sebagai lawannya, seperti juga hak dan kewajiban yang berlawanan jika ditinjau dari arah kedua sisinya. Namun, apakah kewajiban sama dengan utang dan hak sama dengan piutang? Sebelumnya, ada baiknya kita menjenguk dulu pasal 1233 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPer):
“Tiap-tiap perikatan dilahirkan baik karena persetujuan, baik karena undang-undang.”
Dalam pasal diatas jelas tersurat: undang-undang hendak menegaskan bahwa setiap hak dan kewajiban perdata, yang merupakan substansi dari hubungan perikatan, dapat timbul baik karena persetujuan/perjanjian yang dikehendaki oleh para pihak maupun karena undang-undang memang menetukannya demikian. Dalam persetujuan, yang kita sebut saja perjanjian, para pihak yang terlibat memang menghendaki adanya suatu perikatan. Bahkan perikatan tersebut merupakan alat untuk memperoleh seperangkat hak dan kewajiban hukum. Jadi, dalam perjanjian para pihak menegaskan lewat persetujuannya, bahwa ia mengakui hak-hak dan kajiban-kewajiban yang tertuang di dalam perikatan. Misalnya, Pasal 3, Penjual menyetujui bahwa Pembeli akan melakukan pembayaran barang secara mencicil sebanyak tiga kali dalam rentang waktu satu bulan.
Disamping perjanjian, alat untuk menimbulkan hak dan kewajiban lainnya adalah undang-undang. Dalam hal ini para pihak terikat secara hukum bukan karena adanya persetujuan, melainkan karena hukum telah menentukannya demikian. Misalnya, Undang-undang Perseroan Terbatas menentukan bahwa hanya Direktur yang dapat mewakili perbuatan hukum suatu perusahaan. Dengan demikian, undang-undang telah memberikan hak kepada Direktur perusahaan untuk dapat mewakili perusahaannya dalam berhubungan hukum dengan orang atau perusahaan lain. Berdasarkan penjelasan-penjelasan tersebut, suatu perikatan sekurang-kurangnya membawa serta di dalamnya empat unsur:
Pertama, Perikatan adalah suatu hubungan hukum. Hubungan hukum ini, seperti telah disampaikan diatas, dapat lahir baik karena perjanjian maupun karena undang-undang. Suatu perikatan yang lahir dari perjanjian mengikuti aturan-aturan hukum perjanjian seperti yang dimaksud dalam Buku III KUHPer maupun peraturan lainnya. Menurut pasal 1313 KUHPer, Perjanjian adalah:
“Suatu perbuatan di mana satu orang atau lebih mengikatkan diri terhadap satu orang lain atau lebih”.
Menurut pasal diatas perjanjian merupakan suatu “perbuatan”. Hal ini berbeda dengan perikatan yang merupakan suatu “hubungan”. Kedua perbuatan dan hubungan itu adalah perbuatan dan hubungan dalam bidang hukum, dan secara kausalitas mempunyai akibat hukum. Agar melahirkan perikatan, suatu perjanjian harus memenuhi syarat-syarat sahnya perjanjian yang menurut pasal 1320 KUHPer meliputi syarat subyektif dan syarat obyektif. Syarat subyektif meliputi “kata sepakat dari para pihak” dan “kecakapan para pihak untuk bertindak hukum”. Syarat kedua, syarat obyektif, meliputi syarat “adanya suatu pokok persoalan tertentu” dan “suatu sebab yang halal (Tidak terlarang)”.
Prinsip penting lainnya dari suatu perjanjian adalah asas “kebebasan berkontrak”. Menurut pasal 1338 KUHPer, semua perjanjian yang dibuat sesuai dengan undang-undang berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Hal ini berarti setiap orang, siapapun, bebas membuat suatu perjanjian tentang apapun selama memenuhi syarat subyektif dan obyektif. Setelah memenuhi syarat, maka perjanjian tersebut akan berlaku layaknya undang-undang, tapi terbatas hanya pada pihak-pihak yang memberikan persetujuannya.
Kedua, perikatan melibatkan dua atau lebih orang (Pihak). Suatu perikatan melibatkan dua orang atau lebih yang merupakan para pihak dalam perikatan tersebut. Kedua pihak itu terdiri dari pihak yang berkewajiban memenuhi isi perjanjian pada satu sisi (Debitur) dan pihak yang berhak atas pemenuhan kewajiban tersebut pada sisi lain (Kreditur). Dalam hal terjadi pelanggaran, misalnya salah satu pihak tidak melaksanakan kewajibannya sehingga menimbulkan kerugian pada pihak lain, pihak yang dirugikan itu dapat menuntut pemenuhan haknya sekaligus ganti rugi karena ingkar janji (Wanprestasi). Demikian pula dengan hubungan hukum perikatan yang berasal dari undang-undang, maka pihak yang menimbulkan kerugian itu dapat dituntut berdasarkan Perbuatan Melawan Hukum (PMH).
Ketiga, perikatan termasuk dalam lapangan hukum harta kekayaan. Hal ini berarti hubungan hukum dalam perikatan harus mempunyai pengaruh terhadap harta kekayaan para pihak. Konsekwensi logis dari masuknya perikatan ke dalam lapangan hukum harta kekayaan adalah bahwa perikatan tersebut membawa para pihak kedalam suatu prestasi yang dapat dinilai dengan uang. Jika hubungan hukum tersebut tidak memberi pengaruh atau akibat terhadap harta kekayaan para pihak, maka hubungan hukum tersebut tidak masuk dalam batasan hukum perikatan.
Keempat, Perikatan melahirkan hak dan kewajiban diantara kedua belah pihak. Hak tersebut meliputi hak Kreditur untuk menerima prestasi dari Debitur, sedangkan Debitur menjadi pihak yang berkewajiban memenuhi prestasi tersebut kepada Kreditur. Bagi Debitur, kewajiban tersebut adalah utang yang memberikan Kreditur hak tagih. Menurut Gunawan Widjaja, berdasarkan perikatan yang lahir karena perjanjian dan para pihak yang menerima prestasi, perjanjian dapat digolongkan kedalam perjanjian sepihak dan perjanjian timbal balik. Perjanjian sepihak hanya melahirkan kewajiban pada salah satu pihak, sedangkan dalam perjanjian timbal balik kewajiban itu lahir bagi kedua belah pihak.
Utang
Suatu perikatan telah menimbulkan hak dan kewajiban, maka dapat kita katakan bahwa perikatan menimbulkan utang-piutang diantara Debitur dan Kreditur. KUHPer sangat menekankan terutama pada unsur kewajiban, sehingga kewajiban merupakan sisi penting dari suatu perikatan. Namun, apakah kewajiban ini sama dengan utang?
Menurut Lee A Weng, utang merupakan kewajiban yang terbit dari adanya hubungan hukum pinjam-meminjam atau perikatan utang-piutang, dimana pihak Debitur berkewajiban melakukan pembayaran utangnya kepada Kreditur yang berupa utang pokok ditambah bunga. Pendapat ini sejalan dengan putusan Mahkamah Agung RI tanggal 2 Desember 1998 No. O3/KN/1998 dalam perkara kepailitan PT. Modernland Reality v.s Drs. Husein Saini dan Johan Subekti. Pendapat Lee A Weng, demikian juga Putusan Mahkamah Agung RI No. 03/KN/1998, dengan demikian telah menempatkan kewajiban sebagai utang. Putusan itu juga telah memberikan pengertian utang yang hanya semata-mata lahir dari suatu perjanjian pinjam-meminjam uang.
Terhadap pendapat tersebut, yang mendasarkan utang hanya pada pinjaman uang, Kartini Muljadi dan Gunawan Widjaja tidak menerimanya. Menurut mereka, dalam kasus tersebut Mahkamah Agung RI telah salah menafsirkan utang yang hanya terbatas pada pinjaman uang saja. Mahkamah Agung RI telah menilai sempit pengertian utang. Menurut mereka, “utang” adalah “perikatan, yang merupakan prestasi atau kewajiban dalam lapangan harta kekayaan yang harus dipenuhi oleh setiap Debitur dan bila tidak dipenuhi, kreditur berhak mendapat pemenuhannya dari harta Debitur”. Dalam pengertian tersebut, pengertian utang yang sempit telah diperluas, sehingga utang tidak hanya mengenai pinjam-meminjam uang, tapi juga segala macam perikatan dalam lapangan hukum harta kekayaan.
Dengan demikian, dapatlah kita simpulkan bahwa “kewajiban” adalah “utang”. Kewajiban sama dengan utang. Utang adalah suatu prestasi di dalam lapangan hukum harta kekayaan yang berupa kewajiban Debitur untuk melunasinya kepada Kreditur. Utang tersebut dapat berupa utang untuk memberikan sesuatu, melakukan sesuatu, atau tidak melakukan sesuatu, serta berada di lapangan hukum perikatan.
Kepailitan
Semula lembaga hukum kepailitan diatur undang-undang tentang Kepailitan dalam Faillissements-verordening Staatsblad 1905:217 juncto Staatsblad 1906:348. Karena perkembangan perekonomian dan perdagangan serta pengaruh globalisasi, serta modal yang dimiliki oleh para pengusaha umumnya berupa pinjaman yang berasal dari berbagai sumber, undang-undang tersebut telah menimbulkan banyak kesulitan dalam penyelesaian utang-piutang. Penyeleseaian utang-piutang juga bertambah rumit sejak terjadinya berbagai krisis keuangan yang merembet secara global dan memberikan pengaruh tidak menguntungkan terhadap perekonomian nasional. Kondisi tidak menguntungkan ini telah menimbulkan kesulitan besar terhadap dunia usaha dalam menyelesaikan utang piutang untuk meneruskan kegiatannya. Undang-undang tentang Kepailitan (Faillissements verordening, Staatsblad 1905:217 juncto Staatsblad 1906:348), sebab itu, telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) Nomor 1 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-Undang tentang Kepailitan, yang kemudian ditetapkan menjadi Undang-Undang berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1998. Perubahan tersebut juga ternyata belum memenuhi perkembangan dan kebutuhan hukum di masyarakat, sehingga pada tahun 2004 pemerintah memperbaikinya lagi dengan Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (Undang-undang Kepailitan dan PKPU).
Dalam pasal 1 angka 1 Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (Undang-undang Kepailitan dan PKPU), “kepailitan” diartikan sebagai sita umum atas semua kekayaan Debitur Pailit yang pengurusan dan pemberesannya dilakukan oleh Kurator di bawah pengawasan Hakim Pengawas. Menurut kamus, pailit berarti “bangkrut” atau “jatuh miskin”. Dengan demikian maka kepailitan adalah keadaan atau kondisi dimana seseorang atau badan hukum tidak mampu lagi membayar kewajibannya (Dalam hal ini utangnya) kepada si piutang. Dalam Black’s Law Dictionary, pailit atau bankrupt diartikan sebagai: “The state or condition of a person (Individual, partnership, corporation, municipality) who is unable to pay its debt as they are, or become due. The term includes a person againts whom an involuntary petition has been filed, or who has filed a voluntary petition, or who has been adjudged a bankrupt”.
Dalam hal terjadi kepailitan, yaitu Debitur tidak dapat membayar utangnya, maka jika Debitur tersebut hanya memiliki satu orang Kreditur dan Debitur tidak mau membayar utangnya secara sukarela, maka Kreditur dapat menggugat Debitur ke Pengadilan Negeri dan seluruh harta Debitur menjadi sumber pelunasan utangnya kepada Kreditur. Namun, dalam hal Debitur memiliki lebih dari satu Kreditur dan harta kekayaan Debitur tidak cukup untuk melunasi semua utang kepada para Kreditur, maka akan timbul persoalan dimana para Kreditur akan berlomba-lomba dengan segala macam cara untuk mendapatkan pelunasan piutangnya terlebih dahulu. Kreditur yang belakangan datang kemungkinan sudah tidak mendapatkan lagi pembayaran karena harta Debitur sudah habis. Kondisi ini tentu sangat tidak adil dan merugikan Kreditur yang tidak menerima pelunasan. Karena alasan itulah, muncul lembaga kepailitan dalam hukum. Lembaga hukum kepailitan muncul untuk mengatur tata cara yang adil mengenai pembayaran tagihan-tagihan para Kreditur dengan berpedoman pada KUHPer, terutama pasal 1131 dan 1132, maupun Undang-undang Kepailitan dan PKPU.
Pasal 1131 KUHPer:
“Segala barang-barang bergerak dan tak bergerak milik debitur, baik yang sudah ada maupun yang akan ada, menjadi jaminan untuk perikatan perorangan debitur itu.”
Pasal 1132 KUHPer:
“Barang-barang itu menjadi jaminan bersama bagi semua kreditur terhadapnya; hasil penjualan barang-barang itu dibagi menurut perbandingan piutang masing-masing kecuali bila di antara para kreditur itu ada alasan-alasan sah untuk didahulukan.”
Dari dua pasal tersebut, dapat kita simpulkan bahwa pada prinsipnya pada setiap individu memiliki harta kekayaan yang pada sisi positif di sebut kebendaan dan pada sisi negatif disebut perikatan. Kebendaan yang dimiliki individu tersebut akan digunakan untuk memenuhi setiap perikatannya yang merupakan kewajiban dalam lapangan hukum harta kekayaan. Selanjutnya, pasal 2 ayat (1) Undang-undang Kepailitan dan PKPU, mengatur bahwa:
“Debitur yang mempunyai dua atau lebih Kreditur dan tidak membayar lunas sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih, dinyatakan pailit dengan putusan Pengadilan, baik atas permohonannya sendiri maupun atas permohonan satu atau lebih kreditornya”.
Menurut pasal 2 ayat (1) Undang-undang Kepailitan dan PKPU di atas, supaya pasal 1131 dan 1132 KUHP berlaku sebagai jaminan pelunasan utang Kreditur, maka pernyataan pailit tersebut harus dilakukan dengan putusan Pengadilan yang terlebih dahulu dimohonkan kepada Pengadilan Niaga. Menurut Gunawan Widjaja, maksud dari permohonan dan putusan pailit tersebut kepada Pengadilan adalah untuk memenuhi asas publisitas dari keadaan tidak mampu membayar Debitur. Asas tersebut dimaksudkan untuk memberitahukan kepada khalayak umum bahwa Debitur dalam keadaan tidak mampu membayar, dan hal tersebut memberi kesempatan kepada Kreditur lain yang berkepentingan untuk melakukan tindakan. Dengan demikian, dari pasal tersebut dapat kita tarik kesimpulan bahwa dikabulkannya suatu pernyataan pailit jika dapat terpenuhinya persyaratan kepailitan sebagai berikut:
(1) Debitur tersebut mempunyai dua atau lebih Kreditur.
(2) Debitur tersebut tidak membayar sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih.
Debitur mempunyai dua atau lebih Kreditur
Untuk melaksanakan Pasal 1132 KUHPer yang merupakan jaminan pemenuhan pelunasan utang kepada para Kreditur, maka pasal 1 ayat (1) Undang-undang Kepailitan dan PKPU mensyaratkan adanya dua atau lebih Kreditur. Syarat ini ditujukan agar harta kekayaan Debitur Pailit dapat diajukan sebagai jaminan pelunasan piutang semua Kreditur, sehingga semua Kreditur memperoleh pelunasannya secara adil. Adil berarti harta kekayaan tersebut harus dibagi secara Pari passu dan Prorata. Pari Passu berarti harta kekayaan Debitur dibagikan secara bersama-sama diantara para Kreditur, sedangkan Prorata berarti pembagian tersebut besarnya sesuai dengan imbangan piutang masing-masing Kreditur terhadap utang Debitur secara keseluruhan.
Dengan dinyatakannya pailit seorang Debitur, sesuai pasal 22 jo. Pasal 19 Undang-undang Kepailitan dan PKPU, Debitur pailit demi hukum kehilangan hak untuk menguasai dan mengurus kekayaannya yang dimasukkan ke dalam kepailitan. Terhitung sejak tanggal putusan Pengadilan, Pengadilan melakukan penyitaan umum atas seluruh harta kekayaan Debitur Pailit, yang selanjutnya akan dilakukan pengurusan oleh Kurator yang diawasi Hakim Pengawas. Dan bila dikaitkan dengan pasal 1381 KUHPer tentang hapusnya perikatan, maka hubungan hukum utang-piutang antara Debitur dan Kreditur itu hapus dengan dilakukannya “pembayaran” utang melalui lembaga kepailitan.
Debitur tersebut tidak membayar sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih.
Gugatan pailit dapat diajukan apabila Debitur tidak melunasi utangnya kepada minimal satu orang Kreditur yang telah jatuh tempo, yaitu pada waktu yang telah ditentukan sesuai dalam perikatannya. Dalam perjanjian, umumnya disebutkan perihal kapan suatu kewajiban itu harus dilaksanakan. Namun dalam hal tidak disebutkannya suatu waktu pelaksanaan kewajiban, maka hal tersebut bukan berarti tidak dapat ditentukannya suatu waktu tertentu. Pasal 1238 KUHPer mengatur sebagai berikut:
“Debitur dinyatakan lalai dengan surat perintah, atau dengan akta sejenis itu, atau berdasarkan kekuatan dari perikatan sendiri, yaitu bila perikatan ini mengakibatkan debitur harus dianggap lalai dengan lewatnya waktu yang ditentukan.”
Berdasarkan pasal tersebut, mengenai utang yang jatuh waktu dan dapat ditagih adalah ketika Debitur melakukan kelalaian dalam perjanjian, dan berdasarkan ketepatan waktu kelalaian tersebut dapat dibedakan atas:
1. Dalam hal terdapat ketetapan waktu dalam perjanjian.
Jika dalam perjanjian telah ditetapkan suatu waktu tertentu tentang kapan Debitur harus melaksanakan kewajibannya melunasi utang, maka dengan lewatnya jangka waktu tersebut dan Debitur tidak melaksanakan kewajiban utangnya, Debitur sudah dapat dianggap lalai. Mulai sejak saat itu Debitur dianggap lalai karena tidak melaksanakan kewajibannya, dan sejak saat itu pula muncul hak Kreditur untuk melakukan penagihan pelunasan utang melalui lembaga kepailitan.
2. Dalam hal tidak terdapat ketetapan waktu dalam perjanjian.


Selain oleh Kreditur dan Debitur sendiri, suatu permohonan pailit dapat diajukan oleh pihak-pihak lain seperti yang disebutkan dalam pasal 2 Undang-undang Kepailitan dan PKPU. Mereka adalah:
1. Kejaksaan untuk kepentingan umum.
Yang dimaksud dengan “kepentingan umum” adalah kepentingan bangsa dan negara dan/atau kepentingan masyarakat luas.
2. Bank Indonesia dalam hal Debitur adalah bank
Pengajuan permohonan pernyataan pailit terhadap suatu bank sepenuhnya merupakan kewenangan Bank Indonesia. Pengajuan tersebut semata-mata didasarkan atas penilaian kondisi keuangan dan kondisi perbankan secara keseluruhan, oleh karena itu tidak perlu dipertanggungjawabkan. Kewenangan Bank Indonesia untuk mengajukan permohonan kepailitan ini tidak menghapuskan kewenangan Bank Indonesia terkait dengan ketentuan mengenai pencabutan izin usaha bank, pembubaran badan hukum, dan likuidasi bank sesuai peraturan perundang-undangan.
3. Badan Pengawas Pasar Modal (BPPM) dalam hal Debitur adalah Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian
Permohonan pailit juga dapat diajukan oleh Badan Pengawas Pasar Modal (BPPM) karena lembaga tersebut melakukan kegiatan yang berhubungan dengan dana masyarakat yang diinvestasikan dalam efek di bawah pengawasan Badan Pengawas Pasar Modal. Badan Pengawas Pasar Modal juga mempunyai kewenangan penuh dalam hal pengajuan permohonan pernyataan pailit untuk instansi-instansi yang berada di bawah pengawasannya, seperti halnya kewenangan Bank Indonesia terhadap bank.
4. Menteri Keuangan dalam hal Debitur adalah Perusahaan Asuransi, Perusahaan Reasuransi, Dana Pensiun, atau Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang kepentingan publik
(Penulis adalah konsultan hukum pada kantor hukum Massudilawe & Partners)

Tresna kang kapendem

Tresna kang kapendem

Wengi kang sepi, jangkrik sing padha nyanyi, kayata ngancani aku kang lagi lara ati. Aku mung lungguh ana ing ngarep omah karo ndelok wulan lan lintang kang kerlap – kerlip. Saya suwe saya peteng lan saya atis. Wulan lan lintang ilang merga di tutupi awan kang mendung .
“ Laras cepet turu ndok wis wengi gelak udan !!! Ibu ngundang aku saka jeromah kang lagi njagongan karo bapak “ Inggih bu !!! .
Banjur aku mlebu omah, lagek mbukak lawang jebul bledek moro lan disusul udan. Aku langsung cepet – cepet mlebu kamar terus turu. Lagek enak – enak ngipi, jago – jago wis padha kluruk. Aku langsung tangi, “ Ras …….!!!” Tok … tok …. tok …. Ibu “nggugah aku” Inggih bu !!” wangsulanku” Ayo cepet tangi, wis esuk !!!” Kongkone Ibu” inggih bu, nembe nata kasur “ karo nyerap – nyerap kasur sing bar tak turoni. Sakbare iku, aku terus adus lan sarapan. “ Pak mangkeh kula bareng aja mbok tinggal kaya ndek wingi” aku ngerayu bapak “ Iya … iya .. sarapan dhisik” wangsulane bapak karo nyendok sega sing ana ning piring.
Aku lan bapak banjur mangkat, gawa motor Jupiter rupane abang. Aku mangkat sekolah lan bapak mangkat kerja. Orak suwe wis tekan ngarep sekolahku “ Bapak Laras sekolah riyen !!” sungkeman karo bapak “ Iya sinau sing petel !!” karo ngelus – ngelus rambutku. Aku banjur mlaku nuju ring kelasku X – 2
“ Laras ……..!!!” suarane kenceng banget” kaya ana sing ngundang aku ! “ aku bingung namung celingukan luru sumber suara iku “ Hoyyy !!!!” nepuk pundakku” eh hoy …hoy …hoy…! “ aku kaget banget “ Rini ….!!!! Ngaget – ngageti wong wae” sentakku Rini. Rini iku kancaku paling akrab, wonge apik, setia kawan lan pinter, aku kereb bangat cerita – cerita masalah pribadiku marang Rini pada wae sebalike. “ I’ M Sorry !!!!. “ Karo ngangkat tangane.
Aku lan Rini banjur mlebu kelas, ning kelas aku kepetok wong lanang sing gawe atiku deg – degser, nanging aku rak iso terus – terusan seneng karo cah lanang iku, soale Rini padha wae seneng. Aku rak mungkin saingan marang kancakuk dhewe, dadi aku ngalah wae.
“ Rini …. Sapa iku !!!! “ gadaku marang Rini” iih apa tah ras ….!!! “ Rini isin.
Orak suwe bel masuk muni “ tet …tet …tet”. Aku lan Rini cepet – cepet lungguh sakdurunge Bu Rida teka ning kelas. Soale Bu Rida iku guru paling galak sing ngajar ning kelasku, mulang fisika sisan. Orak suwe Bu Rida wis teka marang kelasku. Ketua kelas nyiapake lan donga.
“ Cah – cah saiki ibu arep bagi kelompok. Kanggo nilai tugas, dirungokno !!!!!
Bu rida macakno kelompok, saben kelompok ana wong loro, kayata kesamber petir atiku, bareng bu Rida nyebutno yen aku sekelompok karo Toni. Orak krasa, jam sekolah wis lebar lan wayahe cah – cah padha muleh. Lagek telong langkah aku mlaku saka kelas . ras ……. !!! ana sing ngundang aku,bareng aku noleh memburi. Aku kaget banget, awakku ndredek lan jantungku nyut – nyuttan. Aku rak nyangka yen sing ngundang aku iku Toni, merga wis 6 sasi aku sekelas karo ndheweke lagi iki ndhee nyauri aku.
“ e …. Eh an …. Ana apa ? “ aku gugup banget “ piye ….? Kuwe kan sekelompok karo aku ?” takone Toni karo ngguyu marang aku. Aku mung meneng lan ora sadar yen Toni lagi ngomong, nganti. “ Heyyy !!! “ Rini nyadarno aku saka lamunanku “ He …. H !!! aku isih linglung “ yah … elah Ras !!! “
“Ana apa tah Rin ? “ takonku bingung
“ Iku lho kuwe di takone Toni bisikke Rini ning kupingku “ ooh … kelompok emh … yo … aku nduwe bukane kesok tak gwakno engko pelajarana yo … !!! “ ngomongku nritik.
Sak minggu wis di lewati. Tugasku yo wis rampunng. Kelompokku karo toni, dadi kelompok paling apik. Sakbarenge ngerjakna tugas, aku lan Toni dadi akrab banget lan tresnaku marang dhewekke saya suwe malah saya gedhe. Nanging sithik aku sadar yen Rini padha wae seneng Toni. Aku dadi eleng yen Rini njaluk tulung marang aku supaya bisa akrab karo Toni.
Wektu muleh sekolah, Rini meksa banget pengen kenal akrab karo Toni “ Ras ayo … tah aku kenalna karo Toni “ rayune Rini marang aku” iya … iya sabar !!! sebenere ning atiku sebel, kaya orak rela eyen Rini bisa akrab karo Toni, nanging aku gage – gage sadar yen iku orak oleh. Banjur aku ngundang Toni .
“ Ton …. !!!
“ hey … ana apa ? “ wangsule Toni
“ ehm iki kancaku njalok kenal karo kuwe” aku ngenalno Rini marang Toni
“ Rini” ndawakno tangane marang Toni
“ Toni” ( salaman )
“ ehm bukane kene sekelas ya ……?
Toni gumun
“ Iya .. sih nanging kan kuwe orak tahu ngomong karo aku !! “ jelase Rini karo isan – isin
“ oh … maaf ya lek aku tahu cuek karo kuwe
“ oh … gak apa – apa kok !!
Pipine Rini sing awite putih ngaleh abang
“ ehm … aku muleh sek ya Rini ….
“ da …. !!!”. aku pancen njarak ninggal Rini lan Toni kuwi akrab banget lan ya supaya Rini bisa luwih akrablah karo Toni.
“ Aku dadi bingung marang awakku dhewe, aku serik yen Toni lan Rini akrab nanging aku malah gawe Toni lan Rini luwih akrab uah …. Kesel aku “ gumunkuk ning ati
Sakwise iku Rini lan Toni deket banget, lan aku dadi adoh saka Toni. Wengi iki aku nderok ning ngarep omah, karo ngelamun, aku eling yen wektu aku karo Toni garap tugas, ujug – ujug aku eleng karo Rini. Aku bingung banget, yen pamane tresna iki tak pendem, bisa gawe atiku lara, tanpa sadar banyu padha netes saka mripatku, aku gak iso nahan rasa lara ning atiku. Kayata keiris- iris peso, di jojohi dom lan kaya kerupuk di remes – remes.
Ujug –ujug ana motor mio abang mandeg ana ing ngarep omah, aku gage – gage ngusap banyu sing ana ning pipiku. Jebule iku Rini, sakbare jagangno motor ndheweke mlayu nusul aku, kayake ndhee girang banget
“ Laras ………!!!!!!” karo nyekeli pundakku lan gawe penasarane aku “ apa …???” aku penasaran banget “ Laras … aku dadi pacaran karo Toni” Rini seneng banget nganti suarane dirungokno keluargaku kang lagi nonton TV. “ oh …. Selamet ya !!! aku ora iso ngomong apa – apa, ning atiku isih sesek, lan cangkemku kaya di kunci, aku ora iso nahan banyu kang ape mili saka mripatku, banjur aku “ Rin … aku pengen BEOL” muleh wae kuwe kesok cerita meneh, da ..!!!” aku mlayu mlebu kamar. Ning kamar aku mung angger nangis – nangis lan nangis , atiku iseh sesek aku orak iso mblitok yen atiku pancen lara banget. Perasaanku campur aduk apa aku seneng utawa serik. Nanging saya suwe aku sadar yen, aku orak oleh egois. Aku orak iso mekso perasaane Toni yen dheweke ampen ora tresna marang aku. Menawi iki aku kaget banget krungu kabar saka Rini, aku dadi orak iso ngontrol amosiku.
Saya suwe saya wengi, awakku wis krasa pegel lan mripatku orak kuat meneh. Dadi aku gletakno awakku ana ing kasur kang wis ngenteni aku.
Matahari wis ngetokno srengenge, kayak biasane esok – esok wayahe aku resik – resik omah merga iki dina minggu. Sakbare resik – resik aku nyante ana ing ngarep omah karo ndelok motor kang sliwar – sliwer ing dalan. Aku kaget ana Toni lan Rini menyang omah, aku ngeti saka kadohan, wektu Toni lan Rini nuju nusul aku, kayake seneng banget, lan tanane Rini orak petil saka gandhengane Toni. Ngeti iku aku pancen orak kuat, nanging aku sadar yen Toni pancen tresna marang Rini. Aku ugo seneng yen kancaku seneng, meski tresnaku marang toni isih kependem nganti jero ning atiku. Aku tetep seneng yen kancaku seneng.

convert all PDF to Office

gak usah pusing-pusing gak usah banyak omong ni yang paling bagus buat kamu yang pengeng buat data PDF dari mana saja

ambil disini!!!!!!!!!!!!!!

jangan lpa comennya

DIANTARA TEMAN DAN CINTA

Desi, Tara, dan Ika sedang bersantai-santai menikmati liburan semester satu. Karena selama seminggu kemarin mereka bertiga ulangan semester satu. Mereka adalah siswi-siswi yang berprestasi. “Eh… guyz gimana klo kita jalan-jalan aja sambil cuci mata???” tanya Tara pada Desi dan Ika.“Duch… lagi asyik nich! Nanggung, sebentar lagi juga selesai.” Jawab Ika sambil asyik membaca komik ‘Crayon Shincan’ yang sudah seminggu belum juga selesai.“Iya nich Tara, asyik-asyik baca diajak jalan-jalan!!!” sahut Desi yang sedang asyik membaca novel ‘April CafĂ©’ yang akan selesai dalam dua hari ini.“Duch… kalian ini kutu buku banget ya! Boring nie dirumah terus! Kta jalan-jalan aja yukz hilangin penat, khan habis ulangan.” ujar Tara dengan panjang lebar.“Taraaa…… bisa ga’ sich kamu diam sejenak! Ganggu tau!” teriak Desi dan Ika menyuruh Tara diam, serta dengan tatapan mata yang tajam.“Okey… Okey… tapi jangan pake teriak donk! Kupingku ga’ tuli tau? And cepetan dikit donk bacanya, bosen nie nungguin kalian baca!” ucap Tara memberitahu kepada kedua supaya bicara ga’ usah teriak.“Siapa suruh nungguin kita baca?” tanya Ika dengan sedikit menyindir Tara.“Kenapa kamu ga’ baca novel atau komik juga?” tanya Desi kepada Tara sambil membaca novel dan merapikan rambutnya.“Males ah…!” jawab Tara dengan santainya. Beberapa saat setelah mereka berdebat, dua orang cowok tiba-tiba datang kerumah Tara untuk mencari Desi dan Ika. Ternyata mereka adalah sahabat Desi dan Ika waktu kelas empat SD. Dibalik tali persahabatan antara Desi, Ika, Doni, dan Rian, ternyata Doni dan Rian menyimpan sebuah perasaan yang bisa dibilang sangat berharga bagi mereka berdua. Karena perasaan yang mereka simpan benar-benar dari hati nurani mereka sendiri. Tapi, pada waktu itu mereka belum bisa mengutarakan perasaan spesial itu kepada Desi dan Ika karena mereka menganggap bahwa mereka masih terlalu dini untuk berpacaran. Setelah tujuh tahun Doni dan Rian menyimpan perasaan tersebut, mereka sudah tidak sabar untuk mengutarakan perasaan spesial yang telah mereka simpan selama tujuh tahun itu. “Assalamu’alaikum” ucap Doni sambil mengucapkan salam.“Wa’alaikumsalam” jawab Tara“Apakah Desi dan Ika ada dirumah ini?” tanya Rian.“Ooo… Desi dan Ika ada disini. Kalian siapanya Desi dan Ika?” jawab Tara sambil bertanya kembali kepada Doni dan Rian.“Kami berdua sahabatnya Desi dan Ika semenjak kelas empat SD.” jawab Rian.“Oooo… gito! Tunggu sebentar, saya akan panggilkan Desi dan Ika. Silahkan masuk dulu.” ucap Tara sambil mempersilahkan masuk Doni dan Rian. Beberapa menit setelah mereka dipersilahkan masuk sama Tara keluarlah dua perempuan muda. Mereka adalah Desi dan Ika. Rian dan Doni sangat terkejut dengan kedua perempuan yang ada dihadapan mereka. Karena penampilan Desi dan Ika berbeda jauh dengan penampilan mereka tujuh tahun yang lalu. Semetara itu, Tara pergi kedapur untuk mempersiapkan hidangan makanan dan minuman untuk tamu dari kedua sahabatnya itu. “Desi…” ucap Rian dengan muka penasaran“Ya… iyalah Nu,? Emang kamu pikir aku siapa?” jawab Desi meyakinkan pertanyaan Rian.“Gila, kamu tuch berubah Desi! And itu Ika khan?” ucap Rian memuji-muji Desi dan menunjukkan jari telunjuknya kearah Ika.“Duch… kalian ini apa-apaan sich! Masa’ lupa sama kita?” sahut Ika dengan muka penasaran.“Habisnya kalian berubah sich… Jadi lupa deh!” jawab Doni dengan sedikit bercanda.“Oh… ya! Kalian mau ngapain kesini? Mau ngomong apa?” tanya Ika sambil terus memegang komik ‘Crayon Shincan’ yang tinggal sedikit lagi selesai. Mereka terus bercakap-cakap seperti tujuh tahun yang lalu. Mereka terlihat sangat akrab sekali. Tapi, dalam perbincangan tersebut mereka belum mengutarakan perasaan spesial yang telah mereka simpan selama tujuh tahun itu. Tak lama setelah berbicang-bincang, Tara membawakan minuman dan makanan yang super enak, yang belum pernah dirasakan oleh Doni dan Rian. Kemarahan Tara hilang karena bagi Tara kemarahan tak boleh dilimpahkan kepada tamu. “Eh… Desi, Ika bantuin aku donk! Berat nich!” ucap Tara sambil memanggil Desi dan Ika supaya membantu Tara membawakan minuman dan makanan untuk kedua sahabat Desi dan Ika.“Iya… iya…” jawab Ika dengan kalimat setuju. Desi, Ika, dan Tara langsung menawarkan makanan dan minuman yang telah mereka bawa dari dapur. “Don, Nu, nie makanan dan minumannya, silahkan diambil.” ucap Desi sambil menawarkan minuman dan makanan yang telah mereka bawa dari dapur.“O…iya sampai lupa! Don, Nu, ini Tara sahabat baru aku! And Tar, ini Doni dan Rian. Mereka sahabat aku waktu SD dulu.” ucap Ika memperkenalkan Tara pada Doni dan Rian sambil menunjukkan jari pada Doni dan Rian.“Oooo… jadi nama kalian Rian dan Doni ya? Salam kenal ya?” ucap Tara sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan kepada Doni dan Rian.“Salam kenal juga” sahut Doni dan Rian sambil menerima uluran tangan Tara dengan maksud berkenalan.“Wah… kalian ini baru semenit aja akrabnya luar biasa deh. Hebat… hebat… hebat…” ucap Ika dengan sedikit tertawa kecil yang ditahan.
Setelah Desi dan Ika memperkenalkan Doni dan Rian kepada Tara, mereka berdua kembali ke kamar Tara untuk menaruh komik dan novel mereka yang dari tadi dibawanya terus-terusan. Dalam perjalanan menuju kekamar Tara, Desi dan Ika tak lupa membaca komik dan novel yang dipegangnya, karena cerita dalam komik dan novel tersebut tinggal 1-3 halaman lagi mereka selesaikan.
Diruang tamu, Tara sangat berhati-hati kalau berbicara dengan Doni dan Rian, karena Tara pernah diberitahu sama Desi dan Ika kalau Doni dan Rian orangnya suka tersinggung. Lima menit suasana diruang tamu sangat sunyi, dan akhirnya Doni dan Rian memberanikan diri untuk berbicara kepada Tara untuk meminta izin klo mereka berdua ingin berbicara berdua dengan Desi dan Ika. “Emm… Tara, aku boleh ngomong berdua ga’ sama Desi?” tanya Doni.“Iya Tar, aku juga butuh nie ngomong berdua sama Ika! Pleezz…” ucap Rian meminta izin pada Tara untuk berbicara berdua sama Ika.“Ya udah, kalian boleh koq ngomong berdua sama Desi dan Ika. Biar lebih nyaman kalian ngomong berdua aja di taman belakang rumahku.” jawab Tara memperbolehkan Doni dan Rian berbicara berdua dengan kedua sahabatnya itu.Berselang beberapa menit kemudian Desi dan Ika datang menghampiri Tara, Doni, dan Ika. “Eh… Desi, Ika, Doni dan Rian mau bicara berdua tuch sama kalian” ucap Tara dengan muka senang melihat kedua sahabatnya itu bisa bicara berdua dengan sahabat lamanya itu.“Ehmm Don, Nu, sorry tapi aku sama Ika akan ada acara reunian SMP mendadak…” ujar Desi dengan muka cemberut.“Oooo…”“Tar, Don, Nu, kita pergi dulu ya! Daaa…” ucap Ika berpamitan dengan mereka bertiga.
Setelah lima menit Desi dan Ika pergi, wajah Doni dan Rian terlihat sedih. Dan Tara berusaha menghibur mereka berdua. Tapi, usaha Tara menghibur mereka berdua gagal, Doni dan Rian tetap ingin pulang. Tapi, Tara cepat bertindak, Tara berjanji kalau hari Sabtu 14 February 2009 Doni dan Rian akan dipertemukan di Taman Kota. Dan setelah seharian Tara, Doni, Rian, Ika dan Desi berbincang-bincang, tiba-tiba Tara merasakan hal yang spesial terhadap Doni. Tapi, Tara tak mau merusak keinginan Doni untuk memiliki Desi tuk jadi pacarnya.
TWO DAYS LATER Tara tak melupakan janjinya kepada Doni dan Rian bahwa Tara akan mempertemukan mereka berdua dengan Ika dan Desi, pada hari Sabtu 14 February 2009 di Taman Kota. Sebelum itu, Tara segera menelpon Ika dan Desi supaya mereka tidak terlambat datang ke Taman Kota untuk menemui Doni dan Rian. “Tut… tut… tut…” bunyi suara nada sambung handphone Ika yang masih standart.“Hallo… Assalamu’alaikum…” ucap Ika sambil mengucapkan salam.“Wa’alaikum salam” ucap Tara menjawab salam yang ducapkan oleh Ika.“Ada apa Tar, tumben nich telpon aku! Apa ada yang penting?” tanya Ika kepada Tara dengan muka penasaran.“Emmm… gini loch Ika…! To the point aja dech! Dua hari yang lalu setelah kamu pergi ke acara reunian SMP mendadak, aku berjanji pada Doni dan Rian bahwa hari ini kalian berdua akan aku pertemukan dengan Doni dan Rian.” ucap Tara berusaha menjelaskan peristiwa yang terjadi dua hari yang lalu setelah Ika akan pergi dengan Desi ke acara reunian SMP dadakan.“Emang mereka berdua mau ngomong apa sich?” tanya Ika dalam hati dengan muka penasaran.“Ka, kenapa koq diem… Ngomong donk! Oh ya, sepertinya kemarin mereka akan berbicara sesuatu yang penting deh!” ucap Tara mengagetkan temannya yang sedang melamun.“Ok deh aku akan beritahu sama Desi” jawab Ika dengan nada setuju.“Bye… Ika!!!” jawab Tara memutus telepon.“Bye juga” sahut Ika. Berselang beberapa menit setelah Tara menelpon Ika, Doni pun menelpon Tara untuk memastikan janji yang diucapkan Tara telah dilaksanakan. Pada saat menelpon Tara, hati Doni merasakan hal yang dirasakan dulu waktu kelas empat SD kalau dia dekat dengan Desi. Doni kembali merasakan hal yang spesial sama sahabat Desi itu. “Hallo…”“Iya… ini siapa ya?”“Duch… Tara ini baru dua hari udah lupa sama aku!”“Oh… kamu Don. Ada apa? Tumben niey telpon? Pasti mau nanyain janjiku itu ya?”“Koq tau sich?”“Ya iyalah… kita khan baru dua hari kenal, kalau bukan tanya tentang janjiku itu apalagi hayyo?”“Mungkin perasaanmu terhadap aku”“Doni, maksudmu itu apa sich?”“Ga’ koq… Cuma bercanda.”“O iyya janjiku ga’ lupa koq! Don’t worry” Setelah Tara berbincang-bincang dengan Doni, Desi dan Ika pun datang. Tanpa disengaja, Desi mendengar pembicaraan antara Doni dan Tara. Dan mereka bertiga ngobrol sepanjang perjalanan di mobil mau ke Taman Kota. “Waduuh… Waduuh… udah adda yang akrab niey sama Doni” ucap Desi dengan kata-kata yang agak menyindir Tara.“Duch… kayaknya Desi suka tuch sama Doni… Wah mereka berdua kayaknya cocok tuch!” ucap Tara dalam hati.“Halloww… Tara, kmuw ga’ kenapa-kenapa khan?” tanya Ika sambil melambai-lambaikan tangannya didepan muka Tara.“Ga’ koq Desi, Ika, aku Cuma ingat dengan tugas ku yang numpuk dirumah niey!” jawab Tara berusaha mencari alasan.“Klw gitu kita turun dulu ya? Bye… bye…” ucap Ika.“Bye…” jawab Tara.
Sesampainya di rumah, Tara langsung masuk kekamar dan menulis Diary tentang kejadian yang dialaminya seharian. Setelah beberapa menit Tara menulis Diary nya, Desi menelpon Tara memberitahukan apa yang terjadi di Taman Kota. “Kau Diam Tanpa Kata… Kau Seolah Jenuh Padaku…” bunyi ringtone HP Tara jika ada telpon masuk.“Hallo Assalamu’alaikum” ujar Tara mengucap salam.“Hallo Wa’alaikumsalam” jawab Desi.“Ehm… Ada apa ya Des… tumben malem-malem kamu telpon aku. Biasanya jam segini kamu sudah dialam mimpi. Oh… ya, gimana tadi kencanmu dengan Doni?” ucap Tara bertanya kepada Desi tentang kejadiannya di Taman Kota.“Biasa aja koq cuma tadi……… Ehmmmmm” jawab Desi dengan kata-kata yang belum selesai dan dengan nada suara yang sedih.“Cuma tadi gimana maksudmu? Kamu ditinggal pulanng sama Doni? Atau kamu dikerjain sama Doni?” tanya Tara dengan sejumlah pertanyaan yangn mewakili perasaan penasaran Tara terhadap kencan Desi dengan Doni.“Ga’… ga’… semua pertanyaanmu salah” jawab Desi yang bikin rasa penasaran Tara meningkat.“Lalu…?”“Aku ditembak sama Doni…” jawab Desi menghilangkan rasa penasaran Tara.“Ya Allah Desi… Kamu ini bikin akku mati penasaran ya? Trus kamu jawab apa?” tanya Tara kembali.“Ya… aku terimalah… Aku khan dulu juga suka sama Doni. Oh… iya… Ika juga ditembak lho sama Rian.”“Kalau gitu selamat ya, buat kalian berdua!” ucap Tara memberikan selamat pada Desi dan Ika.“Tar… udahan dulu ya? Bye…”“Bye…” Setelah kejadian seharian yang membuat hati Tara sakit dan hancur serta membuat badan Tara lelah, Tara kemudian pergi ke pulau kapuk dan melanjutkan kepergiannya ke alam mimpi.
FIVE MOUNTH LATER Setelah lima bulan Doni dan Desi, serta Ika dan Rian berpacaran, Tara mendengar gosip bahwa sahabatnya Ika telah putus dari Rian dan memilih Rian untuk menjadi sahabatnya lagi seperti yang dulu. Ditemui di halaman sekolah saat istirahat, Tara langsung menanyakan gosip tentang kabar putusnya hubungan Ika dan Rian. Dikesempatan itu pula, Tara curhat kepada Ika tentang perasaannya terhadap Doni. “Lho Ik, denger-denger kamu putus ya sama Rian? Kenapa?” tanya Tara.“Iya nie Tar, aku putus sama Rian! Karena sekolahku berantakan gara-gara pacaran, jadi aku mutusin dia dech.” jawab Ika.“Udah lah Ika, kalau itu yang terbaik buat kamu jangan ditangisi dan jangan disesali, lagian itu semua buat kamu juga khan?” ucap Tara berusaha menghibur Ika yang sedang kesedihan.“Thank’s ya, Tara kamu memang sahabat aku yang paling baik.” Ucap Ika memuji Tara dan langsung memeluk Tara sebagai tanda terima kasih.“Sama-sama” ucap Tara membalas pujian Ika.“Cuma itu?” ucap Ika.“Ehm… Ka, aku boleh ngomong ga’ sama kamu? Ini tentang perasaan aku kepada Doni pacarnya Desi!” ucap Tara dengan ucapan yang gagap.“Boleh aja, emang kamu suka ya sama Doni?”“Iya, Ka, semenjak aku pertama kali berkenalan sama Doni aku merasakan hal yang spesial kepada Doni. Tapi Ka, jangan beritahukan hal ini kepada siapapun termasuk Rian dan Desi.”“Oh gitu aku akan jaga rahasia ini selamanya” jawab Ika. Bel pulang sekolah berbunyi Tara cepat-cepat pulang kerumah karena Tara tadi sempat melihat Doni dan Desi berpelukan dengan mesranya. Sesampainya dirumah, Tara merenungi apa yang dia rasakan sekarang kepada Doni hanya mimpi seorang putri tidur. Lalu, Tara segera bilang ke orang tuanya supaya pindah sekolah ke Surabaya. Hal itu Tara lakukan supaya dia lupa sama Doni. “Ma, Pa, Tara mau ngomong sama Mama dan Papa, boleh ga’?”“Silahkan aja Tara, emang kamu mau ngomong apa? Koq keliatannya serius banget!” ucap Mama Tara“Ma, Pa, Tara mau pindah sekolah ke Surabaya ya Ma, Pa? Boleh khan? Plizzz!” ucap Tara memohon kesetujuan usulnya kepada Mama dan Papanya.“Mama sih boleh aja, tapi yang tentuin semua itu khan Papa kamu, sayang.” ucap Mama.“Papa juga setuju aja, tapi kamu koq tiba-tiba pingin pindah sekolah ke Surabaya?” tanya Papanya.“Ga’ ada apa-apa koq Ma, Pa!” jawab Tara“Ya udah, besok Papa akan urus semuanya.” ucap Papa Tara dengan kalimat setuju.“Terima kasih ya Ma, Pa? Kalau gitu Tara tidur dulu ya? Good Night Ma, Pa?” ucap Tara.“Good Night, sayang.” ucap Mama dan Papa nya bebarengan.
Setelah mendapatkan izin dari kedua orangtua Tara, kemudian Tara menelpon Ika, karena Ika adalah salah satu sahabatnya yang nomor handphone-nya masih aktif. Tara menelpon Ika untuk memberitahukan bahwa mulai tiga hari kedepan, Tara udah pindah skul ke tempat lain. “Apa yang harus aku lakukan… untuk membuat kau mencintai… ku…” suara NSP Ika yang memakai lagu seventeen.
Tak lama kemudian HP Ika berbunyi RBT Slalu Mengalah“Mengapa slalu aku yang mengalah…” suara RBT Ika ketika handphone-nya berbunyi.“Hallo, Iya Tar, ada apa?” ucap Ika sambil membenahi kamarnya yang berantakkan.“Hallo, Ika gini aku mau ngomong, tiga hari kedepan aku udah ga’ skul lgi di SMA Negeri 1 Jepara lagi!” ucap Tara.“Lho Tar, emangnya kenapa? Apa gara-gara Doni, kamu truz pindah?” tanya Ika.“Iya Ka, aku haruz berusaha ngelupain Doni dari pikiran dan hatiku! Dan pindah sekolah mungkin salah satu caranya.” jawab Tara.“Tar, pepatah pernah bilang ‘cinta boleh cinta, tapi cinta itu tidak haruz kita miliki’, tapi semua terserah kamu, itu khan usulku aja!” ucap Ika.“Ya udah Ka, entar aku pikir-pikir dulu kata2 yang kamu ucapin tadi. Bye Ika.” ucap Tara.“Bye.”
THREE DAYS LATER Selama tiga hari Tara berpikir, tapi Tara belum jua menemukan jawaban yang ia cari. Dan mulai hari ini Tara sudah tidak bersekolah lagi di SMAN 1 Jepara. Sedangkan ditempat yang berbeda, Ika berusaha mencari Desi dan menceritakan apa yang sedang terjadi pada Tara. “Duch… Desi mana sich?” tanya Ika sambil menoleh kekanan dan kekiri.“Nah… itu Desi. Kebetulan ada Doni juga.” ucap Ika yang telah menemukan sosok seorang sahabatnya yang dicari itu.“Doni, Desi, wait me.” ucap Ika memanggil Desi dan Doni dengan nafas yang terengah-engah.“Ada apa nie Ka, kayaknya kamu mau ngomong serius nie sama kita.” ucap Desi.“Iya, aku emang mau ngomong serius sama kalian berdua.” Ucap Ika.“Tentang apa Ka?” tanya Doni penasaran“Tentang Tara…” jawab Ika dengan singkatnya.“Emang ada apa dengan Tara?” tanya Desi dan Doni yang makin penasaran.“Gini lho Desi, Doni, Tara tuch mulai hari ini dia tidak skul lagi disini.” jawab Ika dengan kata-kata yang semakin membuat Desi dan Doni penasaran.“Ayo donk Ka, to the point aja. Emang kamu tega liat kita mati penasaran karena kamu?” tanya Desi.“Ga’ sich aku ga’ tega liat kalian berdua mati penasaran karena ceritaku. Ya udah to the point aja. Sebenernya Tara tu suka sama Doni semenjak Doni dan Rian kamu kenalin sama Tara, tapi cintanya kini hanya sebelah mata, karena Doni t’lah jadi milikmu Desi. Truz dia ngambil keputusan untuk pindah sekolah supaya dia ga’ ingat lagi dengan yang namanya ‘DONI’.” ucap Ika dengan panjang lebarnya.“Ya udah aku akan nyerahin Doni sama Tara, dan sekarang kita kerumah Tara bareng-bareng yuks!” ucap Desi sambil mengajak Ika dan Doni kerumah Tara untuk ngejelasin smuanya.“Tapi Tar, aku sayang banget sama kamu.” ucap Doni tidak mau diputusin sama Desi.“Don, denger ya Tara itu sahabat baik aku, aku ga’ mau kehilangan dia, hanya gara-gara kamu jadi milikku. Udahlah Don, kita kerumah Tara sekarang aja, entar smuanya dijelasin disana aja.” ucap Desi menjelaskan kepada Doni.“Ayo plendz kita berangkat, keburu telat nie!” ucap Ika memperingatkan kalau Ika, Desi, dan Doni akan kerumah Tara untuk menjelaskan semua yang terjadi.
FIVE MINUTES LATER Setelah lima menit perjalanan kerumah Tara. Ika, Desi, dan Doni melihat Tara sedang duduk-duduk membayangkan teman-teman lamanya sedang bersenang-senang di skul lamanya. Lalu Doni membunyikan bel mobil. “Tin… tin…”“Ika, Desi, Doni. Ngapain kalian kesini?” tanya Tara dengan herannya.“Tar, kita kesini mau nyelesain apa masalahmu!” jawab Desi.“Ka, kamu beritahu sama Desi tentang perasaanku, ya?” tanya Tara kepada Ika.“Sorry Tar, maksud aku bukan munafik, tapi aku ingin kamu ga’ pindah Tar.” ucap Ika berusaha menjelaskan.“Tar, aku udah putus sama Doni, and kamu sekarang boleh koq pacaran sama Doni, aku akan merestui hubungan kalian.” ucap Desi.“Ga’ koq Desi, aku udah ngepikirin ucapan Ika waktu itu, ‘cinta boleh cinta, tapi cinta itu tidak haruz kita miliki’. Jadi, aku harap kalian berdua jangan putus, ya?” ucap Tara memberitahukan sesuatu yang tidak Ika, Desi, dan Doni kira.“Tapi, kamu ga’ jadi pindah khan?” tanya Ika memastikan.“Buat apa pindah kalau ada temen-temen ku yang mau menemani hari-hariku.” jawab Tara dengan kata-kata yang sok puitis.“Ehm… Desi kamu mau ga’ balikan sama aku?” tanya Doni mengajak Desi pacaran lagi.“Udah terima aja Desi.” ucap Ika dan Tara menyuport Desi dan Doni agar jadian lagi.“Ngapain kita pacaran, kalau kita masih bisa bersahabat.” Jawab Desi menolak permintaan Doni.“Iya… ya… sahabat lebih dari sgala-galanya. Dan sahabat takkan bisa menggantikan apapun didunia ini.” Ucap Doni menambahkan perkataan Desi.“Sahabat memang indah………………” teriak Desi, Doni, Ika, dan Tara.
Persahabatan memang awalnya menyebabkan timbulnya rasa cinta. Tapi, jangan sampai rasa cinta itu akan merusak persahabatan yang indah. Sahabat lebih sulit dicari dibandingkan cinta kepada seseorang. Karena tidak semua teman yang kita kenal akan menjadi sahabat yang baik dan amanah. Mungkin saja sahabat baru kita, akan menjadi senja dia yang akan menghancurkan harga diri kita. THE END

MATAHARI BERSINAR KEMBALI

MATAHARI BERSINAR KEMBALI

“Malam semakin larut, semilir angin menyerbu, mengharap bulan menjaga tidurku, hingga mentari menyapaku”. Buku diary itu ditutup. Ovi kemudian mengambil selimut, dan tidak lama kemudian dia terjaga diri tidurnya.
“Oma….oma…” Pagi sekali Ovi sudah sampai dirumah Oma.
“Waduh, cucuku sudah datang.”
“Ovi sudah kangen banget ama Oma. Hari ini libur sekolah jadinya Ovi main kesini”.
“Ovi sama siapa kesini”
“Ovi sendiri aja ma, Ita mana ma?”
“Mungkin masih molor dirumahnya”.
“Kalo gitu, aku kerumahnya aja ma. Bantuin tante Rena ngambilin air buat bangunin Ita, hehe…”
Rumha Ita bersebelahan dengan rumah Oma. Tinggal satu langkah aja, Ovi sudah sampai.
“Tante? Ita mana?”
“Tuh, gi nonton TV samperin aja, ajak jalan-jalan!”
“Oke tante”.
Ovi menguntil dari ruang tamu ke ruang keluarga, kemudian dia mengagetkan Ita yang lagi asyik nonton TV.
“Duarrr….”
”Eh copot! Ovi? Bikin kaget aja”
”Kirain masih molor”
”Zyee….,emangnya lu…?”
”Eh jalan Yuk!”
”Mau kemana? Gimana kalu lu gue ajak ke rumah temen gue? Ntar gue kenalin dech ama anaknya pokoknya cakep, lu bakal kepincut dech, hehehe…”
“Boleh juga tuh, hehe.. ya udah, cabut….!”
Mereka kemudian pergi kerumah temen Ita, naik motor, tetapi di tengah jalan mereka berhenti.
”Lho, katanya mau kerumah temen lu? Kok malah berhenti aja yuk!”
“Tuh, orangnya! Malah gi main basket! Kita samperin aja yuk!”
“Ayolah!”
Ita melambaikan tangan kepada temennya
“Dit, gimana tugas kita?”
“Alah, ga’ usah diomongin dulu dech, ribet tau!”
“ga’ asyik lu! Eh lu mau gue kenalin ama sepupu gue? Tuh orangnya!”
“Hello? Gue Ovi.”
“Gue Adit”, (mereka bersalaman)
Hubungan Ovi dan Adit semakin dekat, dalam waktu satu bulan, mereka sudah berpacaran. Adit sangat menyayangi Ovi, tetapi Ovi belum menyadari betapa Adit sangat menyayanginya. Dibelakang Adit, Ovi mempunyai cowok lain.
Adit datang ke rumah Ovi pada suatu malam ketika Ovi sedang pergi bersama keluarganya, dia sedikit karena tidak bertemu dengan Ovi Adit rela menunggu di depan rumah Ovi sampai Ovi datang. Jam sembilan malam, Ovi baru pulang. Ovi terharu melihat Adit ketiduran menunggunya.
“Dit, bangun!”
”Eh Ovi, sudah pulang ya?”
”Hu’um, maaf ya, udah buat lu nunggu lama”
”Ga’ apa-apa kok”
”Kenapa tagi ga’ pulang aja Dit? Emang lu ga’ dicari orang tua lu?”
“Ga’ kok, tadi udah ijin mau kerumah lu lagian, gue lagi kangen ma lu, makanya gue rela nunggu nyampe jam segini.”
”Oh, gitu ya? Ovi jugakangen ama Adit”
Mereka berbincang-bincang Cuma 15 menit, kemudian Adit pulang.
Berita bahwa Adit kecelakaan terdengar di telinga Ovi beberapa hari kemudian. Ovi panik banget, pikirannya hanya tertuju pada Adit, Ovi semakin sedih ketika melihat Adit dalam kondisi kritis. Ovi setia menunggu disamping Adit sampai dia sadar.
“Ovi? Ovi?”
”Ini Gue dit. Gue disamping lu, lu tenang aja, gue akan tetap jagain lu”
”Tapi Ovi janji ya!”
“Iya, Adit juga harus janji, g’ bakal ninggalin Ovi” (mencium kening Adit)
”Berez boss!”
Beberapa kemudian, kondisi Adit menjadi bawat. Ovi semakin panik, dia kemudian memanggil dokter. Ovi mondar-mandir di depan ruang UGD. Dia khawatir banget ama keadaan Adit. Ovi langsung bertanya kepada dokter. Setelah sang dokter selesai menanggani Adit.
“Gimana dok?”
“Maaf, sudah tidak ada harapan lagi, kami sudah berusaha sekuat tenaga, tapi takdir berkata lain”
Seketika, tangis Ovi pecah. Dia menyesal banget udah nyia-nyiakan anugrah dari tuhan yang begitu menyayanginya.
Sudah berminggu-minggu, pikiran Ovi terbayang-bayang oleh Adit. Dia merasa tidak mempunyai gairah hidup. Kesedihan Ovi belum reda sampai disitu. Ibu Ovi masuk rumah sakit karena terserang penyakit diabetes.
Ketika Ovi sedang menebus obat ibunya di apotik rumah sakit, dia menabrak seseorang.
“Eh, sorry…! Maaf, aku g’ sengaja”
”Ga’ apa-apa kok, lu g’ salah”
”Makasih”
”Nama gue Badi, nama lu sapa?”
”Gue Ovi”
”Boleh tau, beli obat buat siapa?”
”Buat nyokap gue yang lagi sakit disini, kalo lu?”
”kalo gue beli obat buat ayah gue yang juga dirawat disini. Nyokap lu dirawat di ruang apa?”
”Di ruang anggrek. Kalo bokap lu?”
“Ruangannya bersebelahan donk ruang bokap gue! Bokap gue diruang melati. Kalo gitu kita barengan aja baliknya!
”Ayo!”
di rumah sakit, mereka semakin akrab, orang tua keduanya pun juga dapat berbaur dengan mereka. Ovi dan Badi semakin serius menjalani hubungan mereka. Kedua orang tuanya pun merestui. Setelah Idul Fitri kemarin, Ovi udah dilamar ma Badi, dan rencananya bulan Maret ntar mereka akan menikah. Semoga aja hubungan mereka akan selalu langgeng Amien!!!!!

Tutorial Bahasa Inggris Untuk Anak Anda Bagian 1

KAPAN ANAK BELAJAR BAHASA INGGRIS
Ada anggapan, semakin muda usia semakin mudah anak belajar bahasa daripada orang dewasa. Ada pula yang berpendapat, belajar bahasa asing sejak dini bukan jaminan. Sementara yang lain bilang, keberhasilan belajar bahasa asing sangat ditentukan oleh motif atau kebutuhan berkomunikasi dalam lingkungannya. Mana yang benar? E. Kosasih, mahasiswa Pengajaran Bahasa pada Program Pascasarjana IKIP Bandung, dan wartawan Intisari A. Hery Suyono menuturkannya berikut ini.
Belakangan ini aneka kursus bahasa asing, terutama Inggris, kian semarak. Tidak hanya untuk orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Lembaga persekolahan pun tak mau ketinggalan zaman. Pengajaran bahasa Inggris yang semula hanya dikenal di tingkat SMTP, kini diberikan kepada siswa SD, bahkan murid Sekolah Taman Kanak-Kanak.
Fenomena seperti itu antara lain terpacu oleh obsesi orang tua yang menghendaki anaknya cepat bisa berbahasa asing. Mereka berpandangan, semakin dini anak belajar bahasa asing, semakin mudah ia menguasai bahasa itu.
Lalu, bagaimana pendapat para pakar bahasa?...........................
untuk itu dengan "Tutorial Bahasa Inggris Untuk Anak Anda Bagian 1" ini mungkin bisa membantu anak anda dalam memelajari bahasa inggris,
belajar sambil bermain.........
Untuk bagian 2 dan seterusnya bisa anda ambil setelah mencoba bag 1 dengan cara isi ini comentar/email....

Comblangin GUe DonG

Namaku Luna. Aku anak satu-satunya di keluargaku, alias anak tunggal. Nyokap dan Bokap sangat sayang dan memanjakanku. Apa saja yang kuinginkan pasti mereka turuti. Tapi mereka sangat sibuk dengan karir mereka, super sibuk, hingga waktu bersamaku sangat sempit, super sempit. Palingan bisa ketemu anak semata wayangnya saat sarapan pagi. Malam hari saat mereka pulang, aku sudah terbang ke alam mimpi. Belum lagi kalau mereka ada tugas keluar negeri. Bisa berhari-hari. Duh! Terbayang dong betapa sepinya aku.Di rumah aku hanya ditemani oleh tiga orang pembantu, terdiri dari satu orang sopir, satu orang tukang cuci-setrika dan masak, satu lagi merupakan anak dari si sopir dan pembantu tersebut yang suka bantu ibunya beres-beres. Rasa-rasanya… mereka bertiga malah lebih menikmati keberadaan rumah dan mobil keluargaku daripada aku sendiri. Coba aku memiliki adik satu saja, pasti aku punya teman bermain, berdiskusi, teman bercanda, atau teman berkelahi he..he..he…

Angan-angan inilah yang memberi sebuah ide brillian di otakku: Menikah muda! Biar sama kayak si Cici, nama pembantuku itu, meski baru berumur 28 tahun, dia sudah punya anak berusia 10 tahun yang bisa bantu-bantu dia, inspiring banget kan? Tapi be-te-we, siapa yang mau menikah denganku? Sebab terus terang aku tidak punya pacar. Padahal aku tinggi, putih, juga manis. Yaah… tidak jauh beda dengan Luna Maya-lah. Hanya saja, selama ini Nyokap dan Bokap tidak pernah memperbolehkan aku memiliki teman lelaki. Makanya aku pun takut berpacaran Meski pernah ditembak sama hampir 39 orang cowok sekelas Mike Lewis.

“Gimana, Ga? Udah dapet belum?”“Beres Lun! Aku sudah dapat empat calon. Kapan mau kukenalin?” Olga memperlihatkan beberapa foto cowok lewat video call dengan gaya seperti SPG sedang mempromosikan produk, aku tertawa melihat aksinya itu.“Ha-ha, hmm… Besok pagi ortuku pergi ke Singapura. Jadi, kamu bisa datang ke rumahku bersama calon-calon yang kamu rekomendasikan itu.”“Siip bos!”

“Oh ya Luna. Ngomong-ngomong kenapa lu gak ikutan acara Take Me Out di TV aja? Udah dapat jodoh, beken pula. Bahkan kalo lu paling banyak dipilih oleh dewan cinta, bisa dapat uang seratus juta loh. Kan lumayan.” Olga masih beraksi di video call, menghentikan lamunan Luna.“Ngaco lu Ga. Bisa-bisa ortuku ngamuk-ngamuk bila tahu aku nongol di televisi dalam rangka mencari jodoh. Lagian, gak senekat itu lah gue. Ada-ada aja loe.”“Hah? Jadi, bo-nyok loe gak tahu semua rencana kita ini?” Olga terperanjat.

“Yah enggak lah. Nanti kalau sudah dapat yang pas di hati, baru aku beritahu mereka.” Olga pun mengangguk-angguk“Tiyuss… yang menyambut empat cowok ini siapa doong? Mereka serius cari istri looh, begitu gue kasih foto loe langsung pada girang tuh.”“Gampang deh, minta bantuan Cici sama mas Paino aja, suruh mereka pura-pura jadi bo-nyok gue!” seru Luna sekenanya. Kontan mata dan mulut Olga langsung ternganga. Sementara Luna sudah tak sabar menanti datangnya esok pagi.
Pukul 8 pagi Luna sudah bersiap-siap untuk menyambut keempat calon suaminya yang akan datang hari ini. Dia berdandan sekeren mungkin agar tak mengecewakan keempat calon pilihan Olga untuknya. Tentu saja setelah Nyokap and Bokapnya pergi. Cici dan mas Paino ia suruh berdandan rapi abis. Pakaian Nyokap dan Bokap ia keluarkan dari lemari kayu jati.Lalu ia pilih pakaian yang pantas untuk dipakai kedua orang tua palsunya itu. Cici dan Paino sangat senang mengenakan baju yang menurut mereka luar biasa muahalll dan bagus.

“Kapan lagi kita bisa pakai baju elite seperti ini ya, Kang,” ucap Cici sambil mematut-matut dirinya dengan genit di depan kaca.“Iya nih! Akang juga gak nolak kalau sering disuruh jadi orang tua palsunya den Luna.”“Ingat ya, jangan sampai kelepasan omong kalo kalian itu pembokat gue. Satu lagi, harus berlaku sopan dan penuh wibawa kayak bo-nyok gue. Jangan Norak! Oke?” Luna mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum.“Beres Non! jawab Cici dan Mas Paino kompak. Teeettttt ...Tiba-tiba dari ruang depan terdenger bunyi bel. Luna segera bergegas menyambut tamu-tamu pentingnya. Tamu yang akan menentukan masa depan hidupnya kelak. “Hai Lun! Gue tepat janji kan? loe udah siap belum? menyambut calon-calon yang gue bawa. Empat orang kandidat nih, gak akan bikin loe nyesel seumur hidup! Soalnya guanteng-guanteng and keren abiss! Olga nyerocos terus dengan semangat empat lima. Suaranya cempreng bak piring rombeng!“Ya udah, Loe suruh ngantri dulu aja diluar menunggu panggilan. Sementara gue masuk dulu manggil si Cici dan Mas Paino,” jawab Luna tak kalah semangatnya.

“Cepetan ya, Lun! Gue udah gak sabar nih jadi MC loe, dalam ajang pemilihan jodoh bergengsi ini. Udah kayak Choky Sitohang gue.”“Iya, iya. Loe tenang aja dulu disini. Bentar Ya.” Luna pun masuk nyamperin ortu palsunya. Cici dan Mas Paino segera keruang depan menyambut calon-calon suami anak palsu mereka. (Kayak judul lagu status palsunya Vidi Aldiano aja, dari tadi ngomongnya serba palsu) Sebelum para kandidat dipanggil satu-persatu, mereka berdua kudu nyampein sepatah dua patah kata pembuka. Sekedar basa-basi sambil nunjukin bahwa ortunya Luna ikut andil dalam mencari jodoh buat anak semata wayangnya. Tentu saja malamnya Luna sudah menatar mereka habis-habisan sampe lemes.
“To the point aja! Kami berharap diantara Anda ada yang menarik hati Luna anak kami satu-satunya, iya kan Ded? Cici melirik kearah Mas Paino.“I..iya.” Mas Paino menjawab sedikit gugup.Luna senyum-senyum sendiri menahan geli melihat tingkah kedua pembokatnya itu dari jarak 1000 meter. Kejauhan lagi ngeliatnya.“Hi..hi.. Gak sia-sia gue ngajak Cici dan Mas Paino kerja sama.Kata-kata yang ia ajarkan singkat, padat, jelas dan berisi. Agar terhindar dari bicara yang panjang lebar tak tentu arah. Bisa-bisa para calon misua, eh suaminya menguap karena ngantuk. Hingga acara pokoknya tak berjalan dengan semestinya.“Baiklah! Acara perkenalan bisa kita mulai sekarang. Bukan begitu kan Mi and Ded? Ujar Olga antusias.“He-eh! Angguk Cici dan Mas Paino berbarengan. Kali ini, Olga yang kebelet pengen pipis karena menahan ketawa ngeliat ulah kedua pembokatnya si Luna. Tak lama kemudian, Luna pun keluar dari peraduannya.

“Peserta pertama, silahkan masuk! Perkenalkan siapa Anda sebenarnya dengan jujur! Perintah Olga lantang.Luna terpana. “Kagak salah nih Ga! “Awas! Ada Sule,” Luna pun lari terbirit-birit kebelakang. Olga pun ikut terbirit-birit mengejar Luna yang histeris.“Ada ape Lun? Bukannya lu senang ama Sule yang ditv? Elu bilang doi lucu abis.”“Emang gue pernah minta cariin calon mirip Sule? Lucu sih emang lucu. Tapi wajahnya itu loh, standar abiss! Gini-gini gue masih punya selera tau!. Dan selera gue itu setinggi bintang-bintang dilangit. Buat lu aja deh.”

“Kenapa gak komfirmasi dari kemaren-kemarin Lun,”jawab Olga sambil garuk-garuk kepalanya yang emang banyak kutunya.Akhirnya, tuh doi disuruh pulang tanpa perasaan oleh si Luna.“Elu kejam juga ya Lun. Gak nyangka gue,” Olga geleng-geleng kepala sampai muter-muter. Untung bisa balik lagi hi..hi..hi…“Sekarang peserta kedua. Silahkan mengambil tempat dihadapan tuan putri Luna mayat. Luna yang mendengarnya sontak membelalakkan mata segalak-galaknya. Lebih galak dari macan tukul…ups, salah lagi gue. Macan tutul ding. “Ya ampyunn Ga. Kok nih cowok serba nge pink!” Luna pun segera menyeret Olga ke belakang panggung perjodohan, alias ke ruang belakang rumah Luna.“Kan elu seneng ama warna pink.”“Tapi bukan berarti lu seenaknya nyariin gue cowok berdandan norak kayak gitu.Otak lu kemana sih Ga. Jangan-jangan, lu sengaja mau ngerjain gue ya? Pokoknya, acara perjodohan ini kita kelarin aja sampai disini.”

“Loh! Gak sportif dong. Kan masih ada dua kandidat lagi.”“Alah! Paling-paling lebih ancur lagi dari yang dua tadi.”“Kan elu belum liat. Tanggung kan Lun.”“Iya deh. Awas kalau lu boong sama gue. Gue bikin bonyok lu entar.”“Idih! Jadi cewek kok sadis amat. Kalem dong Lun. Kalem.lem..lem..lem..Olga malah nyerocos kayak orang ngigau.“Lembu kale..udah ah cepetan keluar. Gue udah gak sabar dengan calon berikutnya.”“Tuh kan penasaran. Kik..kik..kik.... Olga ketawa cekikikan kayak kuntilanak. Luna pun ngibrit ketakutan ngeliat si Olga tiba-tiba berubah menjadi makhluk jadi-jadian.“Peserta ketiga, silahkan menghadap sang tuan putri yang cantik jelita.” Luna pun tersenyum-senyum simpul karena ke ge-eran. Tumben si Olga mau muji gue, batinnya senang.
Tapi rasa senang Luna beranjak pupus tatkala ngeliat cowok didepannya. Nih cowok kok pake baju batik segala. Emangnya mau kondangan? Mana kepalanya ditutupin ama blangkon lagi. Dan begitu mereka berkenalan, Luna hanya bisa mesem-mesem karena gak ngerti dengan ucapannya. Manis-sih manis. Tapi omongannya itu loh, jawa medok dok..Tanpa menunggu lama, Luna pun segera menyuruh tuh cowok menyingkir dari hadapannya dengan penuh basa-basi sampe basi.
“Tenang aja Lun. Kandidat yang terakhir pasti membuat lu jatuh klepek-klepek.“Emangnya, gue ayam yang lagi disembelih?!”“He..he..he…gitu deh…,” jawab Olga dengan wajah tanpa dosa. Gak peduli kalo Luna udah keki abis ia kerjain.Akhirnya sampailah pada kandidat terakhir. Luna terbengong-bengong campur takjub ngeliat cowok dihadapannya. Gileee…cakep benar nih cowok. Udah parlente, modis, tinggi, putih, ganteng lagi. Gak salah Olga nyariin calon misua buat gue. Tanpa ba bi bu lagi, Luna pun memperkenalkan dirinya.

“Kenalkan, gue Luna maimunah. Usia 22 tahun. Masih single dan senang ama cowok keren kayak elu,” Luna berkata sambil mengeluarkan senyum termanisnya.“Hai…aduh, ini ya yang namanya Luna. Cucok bo..Si Olga emang bisa deh nyari cewek.” Spontan Luna terbengong-bengong. Kok ngomong nih cowok jadi berubah genit kayak lekong. Dan tanpa banyak bicara,“Olgaaaaa…!!!! Awas lu ya…Kenapa banci kaleng lu bawa-bawa kesini?! Luna pun teriak-teriak sambil ngejar si Olga yang segera lari pulang ngambil langkah seribu. Setelah tuh cowok Luna suruh pulang dengan hormat.

Beberapa hari kemudian dikampusnya Luna. “Lu tega banget ya Ga. Calon yang lu ajukan pada norak semua. Terang aja satupun tak ada yang nyangkut dihati gue.” “Tulang ikan kaleee, nyangkut ditenggorokan.” “Gue serius Ga, elu malah becanda!” jawab Luna sewot “Luna, luna. Hari gene? Mau nyarik kemane lelaki yang sempurna menurut elu?” Olga berkata manyun. “Jadi, elu udah kagak mau bantuin gue lagi? Elu senang ngeliat gue gak laku-laku? Tega amat lu Ga, hiks…hiks..,” Luna sesenggukan dipojok kantin.

Kalau udah ngeliat Luna bercucuran air mata kayak film india begini, Olga pun luluh hatinya, alias gak tega!“Ya udah! Gue akan cariin calon yang lebih kualified lagi buat lu. Cup…cup..jangan nangis lagi ya,” Olga berusaha membujuk sohib kentalnya itu.“Beneran Ga? Elu gak kapok?”“Iya…Gue gak kapok kok elu susahin terus,”“Sumpe loe?”“Sumpe samber geledek Lun! Asal jangan kejadian aja gue bener-bener disamber gledek. Entar siapa lagi yang nolongin elu cari jodoh?”“Ge-er amat sih loe,” Luna berkata sambil mengacak-acak rambut Olga.“ Olga gitu loh! He..he..” Mereka pun akhirnya ketawa bareng.

Nama gue Olga Lusiana. Mirip dengan nama Olga lidia. Eh, fisik kami juga gak beda jauh-jauh amat kok. Tinggi, putih, cantik, dan ceriwis he..he.. Gue udah sahabatan ama si Luna sejak dari kandungan ups… Maksud gue sejak masih jadi orok. Makanya, ortu kami juga akrab satu sama lain. Kalau udah ketemu, ortu kami tuh malah sibuk ngerumpi. Sementara kami dibiarin ngelayap kemana tau. Tega ya…hiks..hiks.. Tiba-tiba…“Olga…!!! dah bobo belum Honey? Kok lampu kamarnya masih nyala? Kan besok mau jempu Jovan,” teriak Maminya. Kayak tarzan aja. Awu wooo…!!!

“Belum Mi,” sahutnya dari dalam kamar tak kalah kencangnya. Jadilah mereka saling bersahut-sahutan kayak penghuni hutan. Orang lagi mikir kok diganggu. Bikin konsentrasi pecah aja, ucap Olga sewot.Ngomong-ngomong soal Jovan, gue sampe lupa ngenalin. Jovan tuh kakak gue satu-satunya. Cuman sejak tamat SD, dia udah ikut Papi sekolah diamrik. Papi emang orang Amrik asli. Emang ada yang palsu? Ngaco juga gue…he..he..he..

Jovan tuh usil banget ama gue. Mana suka manggilin gue bebek lagi. Kalau gue udah mencak-mencak, Jovan akan mendinginkan hati gue yang panas menggelegak dengan kata-kata manis. “Itukan panggilan sayang Ga,” ucapnya sambil nyodorin permen lolipop. Emang gue anak tk. Tapi gue jadi senang tuh, maklum udah disogok.Balik lagi ke si Luna. Kira-kira dimana lagi ya gue bisa dapetin cowok yang cucok buat tuh doi. Emang dikira gampang apa nyari laki-laki yang ganteng, pintar, baik hati, humoris, dan yang serius lagi mau jadi suami. Ada-ada aja si Luna. Tapi gue sudah kadung janji. Jadi ya harus ditepati. Daripada tuh anak bunuh diri.
Pagi harinya, Olga ngejemput Jovan dibandara. Dia ngajak Luna juga.Sesampainya di halte kedatangan, Olga dan Luna udah celingak-celinguk ngeliatan penumpang yang keluar satu-persatu. Tiba-tiba mata Luna tertuju pada sesosok pria keren abiss kayak artis korea yang lagi naik daun lewat film boys before flowers. Kalau gak salah namanya Kim Hyuun Jun. Penampilannya cool abiss… Spontan Luna melambaikan tangannya buat tuh cowok. Si cowok malah tersenyum lebar dan segera mendatanginya. Dan terpana saat tuh cowok memeluk Olga. Take Me Out, Pliiiiissss…Luna berharap.“Luna! Kok bengong kayak sapi ompong gitu sih?! Kenalin ini kakak gue Jovan.”

Luna ngejawab grogi sambil ngedip-ngedipin matanya gak jelas. Dan tanpa Olga sangka, Jovan bales ngedipin matanya dengan gak jelas juga. Kayaknya, panah cinta udah nembus ke hati mereka berdua. Untung gak sampai berdarah-darah. Kalau gak, bisa ancur minah!Dan benar saja. Keesokan harinya disekolah, Luna tak pernah berhenti mengejarnya. Kayak orang yang mau nagih hutang aja.“Ga…!!!Comblangin gue dong. Olga pun lari terbirit-birit dan ngumpet dibalik meja.

DILARANG JATUH CINTA

Cerpen Maroeli Simbolon, Dimuat di Republika 12/19/2004Wah! Semua mata terbelalak -- berpusat kepada laki-laki yang berdiri persis di atas atap gedung berlantai 33, siap untuk bunuh diri. Sejumlah polisi sibuk mengamankan lokasi yang dipenuhi orang-orang yang ingin menyaksikan peristiwa tragis itu secara langsung, dengan berbagai ekspresi yang tak kalah seru. Ada yang bergidik, ada yang terbelalak histeris, ada juga yang terkagum-kagum. Situasi heboh itu melumpuhkan lalulintas. Beberapa polisi sibuk berdebat dan stres -- mencari solusi bagaimana mencegah orang sableng itu agar tidak mewujudkan kegilaannya. Ada juga polisi yang langsung menghubungi pihak rumah sakit untuk segera mengirimkan ambulans. Mengapa ada yang ingin bunuh diri?Silakan tanya kepada para penduduk di sebuah negeri yang sedang dilanda cinta, atau kepada seorang laki-laki muda yang tampan, yang kini berdiri gagah dan tenang di bibir gedung pencakar langit, dan siap terjun bebas. Padahal, embun masih terjun ke bawah ketika polisi yang memanjat baru mencapai setengah gedung. Orang-orang pun berteriak histeris. Dan, lihatlah, seperti tubuh yang bunuh diri pertama, wanita itu juga melayang-layang ke bawah. Dari tubuhnya, satu per satu tumbuh bunga-bunga yang mekar. Dan, begitu tiba di tanah, tubuhnya telah menjelma sebatang pohon bunga beraneka rupa. Di pucuk bunga terselip kertas yang bertulis, ''Kubuktikan cinta dengan kepasrahan!'' Belum habis keterkejutan orang-orang, kembali terdengar teriakan seseorang, ''Lihat! Di atas gedung bertingkar 52 sana juga ada yang hendak bunuh diri!''Semua terperangah, berteriak ngeri. ''Kegilaan apa lagi ini?!''''Lihat! Di gedung 67 tingkat itu juga!''''Lihat! Di gedung warna kelabu ungu bertingkat 73 itu juga!''''Lihat! Di atas menara pahlawan itu juga!'' Semua menggigil seputih kapas di ujung ilalang. Bahkan angin pun beringsut ketakutan. Sebab, hari itu lebih sepuluh orang melakukan bunuh diri dengan cara yang sama (melompat dari atas gedung bertingkat) dan motif yang sama atau hampir sama. Mungkinkah cinta yang menciptakan semua tragedi yang mencemaskan ini? Peristiwa itu mencengangkan semua orang, sekaligus menimbulkan rasa takut dan khawatir yang hebat. Dan peristiwa ini menjadi topik utama di mana-mana, dari kedai kopi, kafe hingga hotel berbintang, terutama menjadi headline koran-koran terkemuka. Berbagai kalangan pengamat memberi komentar dan tanggapan, dari psikolog hingga pengamat sepakbola. Ternyata, hari demi hari, peristiwa bunuh diri itu tiada henti, terus-menerus terjadi. Sehingga, semakin panjang daftar orang yang mati bunuh diri dengan melompat dari atas gedung. Bahkan menjadi ancaman, melebihi wabah penyakit menular. Bunuh diri itu sudah melanda semua orang, dari jompo hingga anak-anak, dengan teknik yang semakin aneh. Sableng bin edan! Ada yang berpakaian Pangeran, Ratu, Pendekar, Batman, Superman. Ada yang bersalto, jumpalitan di udara, berselancar. Ada pula yang terjun sambil baca puisi. Penduduk negeri itu semakin dicekam rasa takut dan waswas yang luar biasa. Semua mengkhawatirkan sanak keluarganya dan dirinya akan ikut bunuh diri suatu waktu. Sebab, penyakit bunuh diri itu dengan cepat menyebar dan menjangkiti siapa saja. ''Bila tidak segera dihentikan, anak-anak kita, saudara kita, bahkan kita sendiri akan terpengaruh, dan melakukan tindakan bunuh diri itu.''''Ya. Ini harus kita hentikan!''''Bagaimana caranya? Adakah cara jitu yang kamu pikirkan?'' ''Ah. Ayo, kalangan intelektual, berpikir dan bertindaklah segera. Jangan cuma ngoceh ke sana ke mari!'' teriak orang-orang, kehilangan arah.Penduduk semakin panik, saling bertanya satu sama lain. Tetapi, semua menggeleng. Semua angkat bahu. Semua jadi buntu jadi batu. Apa lagi yang dapat dilakukan? Maka, tanpa dikomando, semua tekun berdoa dan samadi agar wabah penyakit bunuh diri itu segera berakhir. Sayangnya, ketika doa-doa meluncur di udara, burung-burung gagak berebutan menyerbu dan mencabik-cabiknya sehingga tidak pernah sampai di meja kerja Tuhan. Jika pun ada yang sampai, cuma berupa sisa atau percah. Tentu Tuhan tidak sudi mendengarnya. Apalagi Tuhan semakin sibuk menata surga -- sambil mendengarkan musik klasik -- karena kiamat sudah dekat. Disengat kepasrahan yang mencekam itu, tiba-tiba Maharaja menemukan gagasan, ''Kita bikin pengumuman!'' teriaknya pasti.Seketika semua melongong. ''Pengumuman? Untuk apa?''''Di setiap tempat, kita buat pengumuman: Dilarang Jatuh Cinta!''Semua kurang menanggapi. ''Apakah mungkin efektif untuk mengatasi maut yang mengancam di depan mata kita?'' Maharaja angkat bahu. ''Coba dulu, baru tahu hasilnya,'' jawab Maharaja. ''Masalah utamanya sudah jelas, akibat cinta. Setiap orang yang terjerat cinta, entah mengapa jadi ingin bunuh diri. Satu-satunya cara, ya, kita larang orang-orang jatuh cinta. Siapa pun tak boleh jatuh cinta agar hidup terjamin.'' ''Wah, mana mungkin. Jatuh cinta itu manusiawi. Beradab dan berbudaya. Berasal dari hati. Kata hati. Muncul begitu saja -- tanpa diundang. Apalagi, cinta kan pemberian Tuhan,'' protes orang-orang, tak dapat menerima pendapat Maharaja yang dinilai ngawur. ''Terserah. Jika ingin selamat, menjauhlah dari cinta. Kalian jangan pernah jatuh cinta. Mengerti?! Tetapi jika sudah bosan hidup, ya, silakan jatuh cinta!'' tegas Maharaja. ''Sekarang, mari kita pasang pengumuman itu sebanyak-banyaknya dan sebesar-besarnya!'' Meski dijerat tali ketidakmengertian yang luar biasa, pengumuman akhirnya dibuat juga. Dipancangkan dan ditempelkan di mana-mana, termasuk di bandara. Maharaja bahkan melakukan siaran langsung di seluruh televisi: ''Saudara-saudari sekalian yang saya benci. Sebab, mulai sekarang, saya tak ingin mencintai, agar berumur panjang. Saya harus benar-benar dipenuhi kebencian. Seperti kita saksikan bersama-sama, cinta telah menyebabkan banyak orang bunuh diri. Cinta telah membutakan mata. Cinta telah merenggut nyawa sanak keluarga kita. Cinta mengancam kita. Maka, dengan ini, kepada semua yang mendengarkan pengumuman ini, saya tegaskan: dilarang jatuh cinta! Kita harus melawan cinta. Kita tegas-tegas menolak cinta. Cinta tidak memberi apa-apa yang berharga bagi kita, cuma kematian. Mengerikan, bukan? Mulai sekarang, kita proklamirkan semboyan baru kita: hidup sehat tanpa cinta. Hiduplah dengan saling membenci, bercuriga, menghasut, dan sebagainya. Jangan pernah mencintai!'' Aneh. Penduduk bertepuk sorak menyambut pengumuman itu. Bahkan, untuk selanjutnya, banyak yang memuji kebijaksanaan Maharaja sebagai sikap brilian. Mereka merasa telah menemukan solusi jitu memberantas wabah penyakit bunuh diri itu. Hidup tanpa cinta, tidak terlalu buruk demi hari depan yang lebih baik. Dengan saling membenci, esok yang lebih cerah dan terjamin siapa tahu segera tercapai. Hari masih terlalu subuh. Ayam dan burung-burung masih ngorok. Tetapi keributan orang-orang dan kesibukan polisi telah merobek cadar ketenangan. Apalagi wartawan-wartawan sibuk meliput dan melaporkan -- blizt dan lampu kamera televisi berpantulan. Apa yang sedang terjadi. Wah. Sungguh mengejutkan dan mencengangkan! Betapa tidak, di depan gedung istana Maharaja berlantai 113 yang mencuat menusuk langit kelam, Maharaja dengan masih memakai piyama sedang berdiri di atasnya bersiap-siap bunuh diri. Orang-orang menahan napas dan terbelalak ngeri menyaksikan tragedi ini. Sementara, istrinya, Maharani menyorot api kebencian, ''Biarkan ia menikmati kesempurnaan cintanya!'' Maharaja mengembangkan tangan. ''Ah. Ternyata cinta itu indah. Kita tak dapat hidup tanpa cinta. Cinta itu anugerah. Berdosalah orang-orang yang tak memiliki cinta!'' teriak Maharaja, lalu melompat ke bawah. Tubuhnya melayang dan ditumbuhi bunga-bunga mekar. Tiba-tiba menyusul sesosok tubuh wanita muda yang sintal, melompat sembari bersenandung lagu cinta. Tubuhnya juga melayang, seperti menari -- dan ditumbuhi bunga-bunga mekar. Begitu tiba di tanah, bunga-bunga itu pelahan merambat dan menyatu, lalu membesar dan menjadi belukar yang menjalari dinding-dinding istana dan rumah tangga-rumah tangga. Semua melotot heran. ''Mengapa Maharaja bisa segila itu?''''Selingkuh. Ia selingkuh dengan sekretarisnya!'' cibir Maharani sambil meludah ke tengah belukar itu. Akibat ludah itu, tiba-tiba belukar itu bergerak-gerak liar sepenuh nafsu kelabu, membelit kedua kaki Maharani, dan menariknya, ''Cintakah?!'' Jakarta, 2003/2004

AKU PASTI KEMBALI

Rumah mungil terbuat dari kayu dan atapnya ditutupi sirap dari kayu ulin, asri dengan tanaman-tanaman hias berjejer rapi di halaman, pagar membatasi halaman dengan jalan, berdiri dengan kokoh, walau hanya terbuat dari kayu-kayu bekas, namun masih terlihat berderet teratur.
Rumput-rumput juga tampak selalu di potong setiap harinya. Bagian kanan samping rumah, sebuah kandang lumayan besar berdiri menemani rumah mungil itu dengan setia. Kicau burung kutilang sesekali terdengar dari belakang rumah, dengan kandang tergantung.Langit siang itu membiru dengan awan-awan putih beriak perlahan-lahan bergeser mengikuti angin. Matahari dengan keceriaan tanpa terik membuat suasana siang itu benderang tanpa keluhan dari siapapun. Angin yang semilir dari utara keselatan pun ikut mewarnai hari itu.
Perempuan dengan rambut sedikit berombak, model tahun 90-an mata kecoklatan dengan alis di ibaratkan lebah, seperti lebah yang sedang berbaris. Bibirnya seperti tomat, warna tomat yang memang pas dengan buahnya. Ranum. Kulit wanita ini kecoklatan, namun tidak menghilangkan kesan eksotis yang terpancar dari wajahnya. Perempuan itu duduk, kakinya terus bergerak berayun menghilangkan resah. Sejak 2 jam lalu ia begitu saja tidak berdiri ataupun menggerakkan tangannya, hanya kakinya saja yang berayun. Meja disebelah ia duduk dilapisi debu tipis. Biasanya perempuan itu akan risih walau hanya setitik debu yang menempel.
Matanya memandang lurus kedepan, nanar tapi penuh penantian dan harapan. Seakan berbicara tentang banyak masa lalu yang membahagiakan. Matanya juga seakan mengatakan, kalau saat ini Ia sangat rindu sekali, ia sangat bergejolak ingin dipeluk, dibelai, dan uraian nasehat tentang kehidupan.Bulan kelima ini dilaluinya dengan hati yang di isi kerinduan yang mengebu-gebu, harapannya selalu tumbuh dan semakin meningkat kian harinya, gundah pun sesekali menghamipiri suasana hati, maklum ia perempuan.
“Allahu Akbar..Allahu Akbar…”
bahana suara bilal memecah diamnya perempuan itu, tersentak dari lamunnya, ia baru sadar ternyata sejak ba’da zhuhur harapan dan kerinduan yang menemaninya dalam diam.
“ibu..ayo sholat ashar…”
ucap seorang bocah laki-laki sambil menarik lengannya.
Perempuan itu menoleh dan tersenyum tipis, tangan kanannya membelai rambut hitam anak itu. Lalu ia bangkit dari duduknya dan kembali matanya tertuju kearah depan halaman, pancarannya masih menyisakan rindu dan harapan.
“yuks kita sholat, ambil wudhu sana..” kata perempuan itu,

“nanti kalo udah besar, hydra yang jadi imam yah bu… gantiin ayah kalo tetep gak pulang-pulang”
ujar bocah itu disela-sela wudhunya.“
"eits..kalo wudhu gak boleh ngomong hydra..”
kata perempuan itu dengan lembut.
***
Selesai wudhu, hydra dan ibunya segera masuk ke salah satu ruang dirumah itu, salah satu ruangan dirumah itu memang sengaja di alih fungsikan, sebagai tempat untuk sholat, mengaji dan saling tukar pendapat tentang ke agamaan.Suaminya sudah menunggu, lengkap dengan sarung dan baju kokonya.
Ketika istri serta anaknya memasuki ruangan itu, Ia tersenyum dan memberikan arahan untuk segera membentuk shaf.Selesai sholat seperti biasa suaminya memberikan nasehat-nasehat kecil tentang agama.
DUARR!! Tiba-tiba dari arah pintu depan terdengar seperti suara pintu di dobrak.
“KELUAR!!KELUAR KAMU ERIDANNUS!!”
teriak seorang yang mendobrak pintu tadi.
Beberapa orang pria menyerbu masuk ke dalam rumah, piring-piring dibanting, buku-buku yang tersimpan rapi dikamar di robek-robek dan dihambur kemana-mana.
Pakaian mereka bukan seragam, jaket hitam entah dari kulit atau imitasi. Tato tak jelas gambarnya menghiasi bagian-bagian tubuh yang tak tertutupi.
BRUAK!! Meja dan kursi mereka banting tanpa maksud yang jelas, mungkin agar terkesan ini adalah tindakan yang tidak main-main.
Hydra segera berlari memeluk ibunya, perempuan itu masih mengenakan mukena. Sambil memeluk anaknya, Ia bergeser kerah sudut ruangan tempat Ia sholat, bibirnya komat-kamit berdoa memohon keselamatan.
Ia tidak melihat suaminya diruangan itu.
“maaf, apa maksud kedatangan saudara-saudara ini?”
terdengar suara suaminya dibalik ruangan, seketika keributan yang ditimbulkan mereka hening.“
"KAMU YANG NAMANYA ERIDANNUS!!! JANGAN BANYAK TANYA, IKUT KAMI!!” dengan suara lantang
Hening.
Pelan-pelan perempuan itu keluar dari ruangan sholat , anaknya disuruh menunggu disudut ruangan itu.Kemudian ia memeriksa seluruh ruangan rumah, sepi.
Hanya ada secari kertas dengan tulisan
“ aku pasti kembali, tunggu saja…dan doakan”

KASIH

KASIH

"Kasih...kasih..kasih.........."plok sebuah pukulan dipipi Eko membuatnya langsung terbangun
"Kamu mimpi apaan sih ko?"tanya sepupunya yang tidur sekamar dengannya
"akh...mimpi"katanya sambil mengelus-elus pipinya yang sakit karena di pukul oleh sepupinya yang bernama dani.
setelah memukul Eko dan membangunkan Eko Dani tidur kembali,tapi Eko malah tidak bisa tidur lagi dia memikirkan mimpinya tadi tentang kekasihnya yang bernama Kasih.didalam mimpi itu Kasih pergi jauh dari hadapannya bahkan sewaktu Eko meneriakinya dan mengejarnya Kasih terus menjauh.
'Apa maksud mimpi itu"Eko bertanya-tanya dalam hatinya.
Kesokan harinya Dani memperhatikan Eko yang wajahnya kusut.
"Gara-gara mimpi wajah mu jadi kusut seperti itu"mendengar ucapan Dani Eko hanya diam saja dan dia malah tambah memikirkan mimpinya semalam.
beberapa hari setelah kejadian mimpi itu.Eko dan Dani pergi bersama kesebuah pusat belanja diJakarta.dan sewaktu mereka sedang berjalan-jalan dan sedang memilih aksesoris yang akan dibeli Dani untuk hadiah ulang tahun pacarnya.Eko bertemu sahabat lamanya Iwan mereka pun saling bertegur sapa layaknya sahabat yang sudah lama tidak bertemu.
"Eko..."sapa Iwan sewaktu melihat Eko yang sdang membantu Dani memilihkan aksesoris
"Iwan.."kata Eko yang terkejut melihat Iwan
"Apa kabar"kata mereka berdua dan mereka pun saling berjabat tangan
"Sama siapa kamu kesini"tanya Iwan
"Nih..sama sepupu ku Dani"kata Eko sambil memperkenalkan Dani kepada Iwan dan mereka pun saling bersalaman.
"Kamu sendiri?"tanya Eko,tapi kali ini Iwan terlihat bingung untuk menjawab pertanyaan Eko
"Ehm..."Iwan ragu untuk menjawab pertanyaan Eko
"Pasti sama cewe"tebak Eko dan Iwan hanya tersenyum saja.dan tiba-tiba ada yang menegur Iwan dari belakang
"Mas..."tegur wanita itu dari arah belakang Iwan
dan hal itu membuat Eko terkejut karena yang menegur Iwan itu adalah Kasih kekasihnya.Iwan pun terlihat bingung dia tidak tahu harus berkata apa pada Eko.Kasih pun yang melihat Eko terkejut dia seolah tidak percaya dirinya akan bertemu kembali dengan Eko.
'Eko???"kata Kasih yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Eko mengingat mimpinya waktu itu tanpa basa basi lagi Eko langsung pergi dari hadapan mereka dan tidak memperdulikan Dani yang sedang memilih aksesoris.Kasih langsung mengejar Eko yang berlari kearah parkiran motor.
"Eko...tunggu" kasih beusaha mengejar dan meneriakinya begitu pun dengan Dani dan Iwan mereka berusaha mengejar Eko.tapi ketika mereka mengejar Eko yang tidak mau berhenti ketika diteriaki oleh Kasih tiba-tiba ada mobil yang lewat dan menebrak Eko ketika ingin menyebrang ketempat parkir."EKO........."Kasih berteriak ketika melihat tubuh Eko terpental ditabrak mobil,Iwan dan Dani pun langsung berlari
"Eko..."Dani langsunng berlari kearah Eko
"Kasih"Iwan berlari menghampiri Kasih yang terhuyung-huyng seperti ingin pingsan.iwan langsung menangkap Kasih yang akan jatuh.
"Kasih...sadar"Iwan berusaha menyadarkan Kasih yang akan pingsan
"Eko...mas"kata Kasih lemas
"Ambulan..ambulan..."Dani berteriak-teriak
"Niak mobil saya saja mas"kata orang yang menabrak Eko
"Oh...iya..cepat tolong saudara saya"Dani langsung menerima tawaran orang tersebut tanpa berfikir orang itu yang sudah menabrak saudaranya.
Eko pun langsung dibawa kerumah sakit terdekat.Iwan dan Kasih pun ikut kerumah sakit.disepanjang jalan Kasih menangis dan memanggil-manggil nama Eko terus yang sudah tidak sadarkan diri setelah ditabrak.
dirumah sakit mereka bertiga menunggu didepan ruang oprasi sementara orang yang menabrak Eko dibiarkan pulang oleh Dani karena Dani tidak mau menuntut orang tersebut karena yang tepenting sekarang adalah nasib saudara sepupunya.Dani sibuk mengabari berita ini kekeluarganya dan tak lama dokter keluar
"Pasien butuh trasfusi darah secepatnya"kata dokter mengabarkan kepada mereka bertiga
"Tapi dok persedian darah dirumah sakit habis"kata suster yang sedari tadi bolak-balik keruang oprasi
"Ambil darah saya saja dok golongan darah dia sama dengan ku" mendengar hal itu Iwan dan Dani terkejut.
"Tahu dari mana kamu"tanya Iwan yang terkejut
"Waktu itu kita sempat membicarakan hal ini"
"Ayo..ikut saya"kata suster yang langsung menuju ruang laboratorium
"Sus..saya sudah tidak usah diperiksa apa-apa lagi saya sehat sis cepat ambil darah saya cepatlah tolong Eko"
"Iya..anda tenang dulu"suster berusaha menenagkan Kasih"
"cepat sus cepat ambil darah saya dan tolong Eko"
"Baiklah"suster pun langsung mengambil darah Ksih dan tak lama setelah itu mereka pun langsung melakukan oprasi.
Iwan khawatir dengan keadaan Kasih langsung menyusul keruang oprasi setelah mereka selesai oprasi
"Kasih?"tanya Iwan lembut
"Mas bagaimana oprasinya"Tanya Kasih lemas
"Syukurlah semuanya berjalan lancar"
"Eko bagaimana?"
"Dia masih belum sadar"
"Oh.."Kasih tersenyum"Mas aku mau istirahat dulu ya"kata Kasih yang lemas dan ia pun tertidur.
Iwan heran melihat keadaan Kasih yang terlihat sangat lemas setelah melakukan tranfusi darah tadi.iwan meninggalkan Kasih yang telah tertidur. beberapa saat kemudian Iwan kembali keruangan Kasih tertidur tadi,Iwan membawakan makanan dan buah agar Kasih tidak terlalu lemas setelah tranfusi darah.tapi ketika Iwan membangunkan Kasih.
"kasih nih aku bawa buah untuk kamu"kata Iwan menunjukan sekantong plastik buah kehadapan Kasih tapi Kasih tidak bangun Iwan lalu memegang tangan Kasih dan betapa terkejutnya Iwan ketika ia memegang tangn Kasih terasa dingin"Kasih...bangun kasih..Kasih..jangan bercanda Kasih"Iwan berusaha membangunkan Kasih dengan cara mennggoyang-goyangkan badannya"kasih..."kali ini Iwan benar-benar terlihat panik"Suster..dokter tolong"Iwan berteriak-teriak karena panik dan Dani pun yang mendengar teriakan Iwan langsung menghampiri Iwan
"Ada apa"Tanya Dani panik
"Kasih..."kata Iwan yang langsung terpuruk dihadapan Dani badannya gemetar
"Ada apa dengan kasih"Dani pun terlihat panik dia meninggalkan Iwan sendiri dan melihat keadaan Kasih dan betapa terkejutnya dia ketika melihat Kasih telah terbujur kaku Dani masih belum percaya denagan yang dilihatnya dia pun memegang tangan Kasih terasa sedingin es Dani pun langsung terkejut setelah memengang tangan Kasih.dokter dan suster langsung menghampiri mereka berdua dan memeriksa kondisi Kasih tapi Kasih sudah tidak dapat tertolong lagi Kasih telah meninggal dunia.
satu bulan setelah Kasih meninggal,Eko mendatangi persemayaman terakhir Kasih ditemani oleh Iwan dan Dani.Eko menyesali sikapnya saat itu.
"Andaikan aku berhenti saat itu pasti kejadiannya tidak seperti ini"Eko menangis dan memegangi batu nisan Kasih."ternyata maksud mimpi ku itu adalah seperti ini.terima kasih Kasih kau telah menyelamatkan hidup ku dengan mengorbankan hidup mu sendiri"Iwan dan Dani mematapnya prihatin
"Sudahlah Ko Kasih juga sekarang sudah tenang disana bahkan sampai akhir hayatnya dia selalu mengingat mu,mencintai mu dan tersenyum mendengar kaubaik-baik saja"kata Iwan sambil merangkul Eko
"Iya Kasih itu akan tetap hidup didalam dirimu dalam darahmu menngalir darahnya"kata Dani sambil merangkul Eko
"Ya..kalian benar maafkan aku kasih karena telah salah faham dengan mu"kata Eko yang masih memegang batu nisan Kasih"Maafkan aku wan"Eko pun memegang tangan Iwan yang sedang merangkulnya
"Tak apa aku pun pasti akan berbuat hal yang sama seperti mu kalau itu terjadi pada ku"Iwan pun memegang tangan sahabatnya itu"Cinta Kasih hanya untuk mu Ko aku selalu tahu itu dan aku pun selalu tahu aku tidak dapat menggantikan posisi mu dihatinya kami tidak pernah menjalin hubungan apapun aku hanya menemaninya saat kamu tak ada itu saja walau sebenarnya aku mulai menyukainya menyukai kelembutan sikapnya kepada ku tapi sekalilagi aku sadar hatinyahanya untuk kamu"Eko tersenyum mendengar sahabatnya berbicara
"Pulang yuk"ajak Dani.mereka pun akhirya pergi meninggalkan persemayaman terakhir Kasih

Mengapa Anti Virus bisa menghapus file

Mungkin sobat semua sudah pernah mengalami ketika antivirus mendeteksi sebuah virus atau file yang terinfeksi virus, dan biasanya akan langsung dihapus. Tanpa pandang bulu apakah sebelumnya file tersebut penting atau tidak, formatnya apa dan betapa berharga dokumen tersebut bagi kita. Berikut sedikit penjelasan mengenai beberapa hal tersebut seperti mengapa kok antivirus langsung menghapus file??? yang satu mendeteksi tetapi yang satu tidak, adakah antivirus yang tidak langsung menghapus file yang terinfeksi virus dan sebagainya????

Pada umumnya tujuan utama antivirus adalah mencegah virus menginfeksi sistem komputer kita, ini adalah prinsip utama. Meskipun kedepannya banyak antivirus yang sudah dilengkapi dengan fasilitas untuk memperbaiki sistem yang rusak. Tetapi tetap saja fungsi utama antivirus adalah untuk mencegah, dan mengobati adalah prioritas yang kesekian kalinya.

Oleh karena itu jika sistem komputer sudah terinfeksi virus, maka sebagian antivirus tidak berdaya, dan kita harus mencari alternatif lain untuk membasmi virus tersebut. Hal ini wajar, karena virus akan berusaha mematikan kinerja antivirus dan segala upaya dilakukan untuk mempertahankan dirinya. Sementara antivirus sudah tidak bisa berfungsi penuh. Maka update virus atau antivirus secara rutin akan berperan penting dalam usaha menjaga sistem dari serangan virus.

Mengapa Virus yang terdeteksi langsung dihapus?

Sebenarnya bagi sebagian antivirus bisa setting. Hampir semua antivirus menyediakan menu setting/pengaturan. Akan diapakan ketika mendeteksi sebuah virus atau file yang terinfeksi virus. Dan memang biasanya pengaturan default (bawaan) akan langsung menghapus file tersebut. Maka ketika menggunakan antivirus, sebaiknya juga dilihat pengaturan tersebut. Jika tidak ingin file yang terdeteksi virus langsung dihapus, maka harus mengubah setting yang ada. Atau minimal kita mengawasi ketika proses scan berlangsung.

Hal tersebut juga merupakan pilihan sebagian besar antivirus, karena sebagian besar pengguna biasanya kurang tahu seberapa besar dampak virus tersebut, sehingga antivirus akan langsung menghapus untuk keamanan data dan sistem komputer.

Antivirus mendeteksi virus tetapi tidak bisa dihapus

Hal ini biasanya terjadi ketika komputer sudah terinfefksi virus, dan beberapa virus sudah berjalan di komputer, sehingga ketika satu virus akan dihapus, virus yang lain melindunginya atau mencegahnya sehingga gagal dihapus. Selain itu perlu juga dicermati dimana lokasi virus tersebut, jika berada di folder yang di proteksi windows (misalnya seperti di folder System Volume Information) maka biasanya tidak bisa dihapus, karena aksesnya dibatasi oleh windows.

Adakah antivirus yang selalu memperbaiki, tidak menghapus?

Jika sepenuhnya memperbaiki, sepertinya tidak ada dan mungkin tidak akan pernah ada, mengingat jumlah virus yang mencapai ribuan, bahkan ratusan ribu dan teknik infeksi file yang bermacam-macam. Memang sebagian file yang terinfeksi virus masih bisa diperbaiki, tetapi sebagian lainnya tidak. Bahkan otomatis file yang terinfeksi akan rusak dan hampir mustahil di kembalikan lagi. Hal ini sangat tergantung teknik virus yang digunakan menginfeksi file.

Maka untuk keamanan data, ketika antivirus mendeteksi virus, perlu diperiksa apakah benar 100% virus atau hanya file yang terinfeksi virus (dokumen penting yang terinfeksi virus). Jika yakin virus dan bukan data penting langsung dihapus tidak ada masalah, tetapi jika merupakan data, sebaiknya di simpan di karantina. Selanjutnya dicatat nama virus yang menginfeksi, karena informasi ini sangat penting digunakan untuk mencari informasi bagaimana menyelamatkan datanya.

Banyak antivirus yang membuat tools khusus atau program terpisah untuk memperbaiki file yang terinfeksi virus. Sebaiknya hal ini juga diperiksa. Selain itu, jika yang menyerang virus lokal, biasanya antivirus lokal juga akan lebih akurat dalam waktu yang dekat, sedangkan antivirus luar responnya mungkin lebih lama. Tetapi tidak menutup kemungkinan antivirus luar yang berhasil mendeteksi terlebih dulu.

Jika ada tanggapan, masukan, ataupun pertanyaan dipersilahkan.
Semoga bermanfaat...
10 Widget / Gadget Terbaik untuk Blogger kita
Diposkan oleh Fatimahouse Production Kamis, Juli 30, 2009


Pada dasarnya kelebihan blogger blogspot adalah pada kreasi desainnya yang tanpa batas, kita bisa membangun blog dengan desain sesuai kehendak kita. Dan tentunya, salah satu unsur pembangun blog adalah elemen widget/gadget pada blog kita. Pada blogspot, gadget sangat mudah untuk ditambahkan, dipindah posisi, ataupun dihapus sesuai keinginan kita. Nah, untuk memaksimalkan tampilan blog kita, biasanya para blogger pilah-pilah gadget mana saja yang bisa mempercantik dan membuat keren wajah blognya.

Dari pengalamanku (admin fatimahouseproduction) mengenal blog sekitar 5 tahun ini, membikin dan mengurus beberapa web, telah menemukan banyak sekali jenis gadget yang bisa kita tambah-copot kan pada wajah blog kita. Aku ambil 10 besarnya saja, berikut daftar 10 besar gadget / widget terbaik pada blog versi fatimahouse production:

1. Chat Box

Sering kali digunakan para blogger sebagai buku tamu. Hal ini dikarenakan fasilitas comment/guest book pada template dasar blogspot kurang begitu praktis, sehingga para blogger sering menggunakan fasilitas chat box tambahan ini. Untuk mendapatkan bisa minta ke shoutmix.com dan oggix.com
2. Adsense

Para blogger pemula jarang yang mempedulikan adsense, umumnya mereka yang blogging hanya untuk hobi, menuangkan tulisan, dsb. Tapi itu minoritas lho. Mayoritasnya tetep uud (ujung-ujungnya duwt). Nah, Adsense adalah gadget yang paling diburu para pencari uang ini. Bahkan ada blog yang iklannya sak gunung memenuhi satu web page (contohnya blog ini..). Untuk bisa bergabung di adsense bisa daftar di penyedia layanan ini. Selain google adsense yang makin sulit registrasinya, ada si Kumpulblogger, Adsensecamp, Kliksaya, Biindit, PPCMuslim, dsb.

3. Counter

Bisa disebut juga jumlah pengunjung, penghitung jumlah pengunjung di blog kita, bisa mencobanya di histats

4. Feedjit

Feedjit bisa menghadirkan data dari mana saja pengunjung blog kita berasal. Dalam bentuk peta geografis ataupun data lewat mana mereka mengunjungi blog kita. klik untuk masuk Feedjit.

5. RSS Feed

Gadget ini bisa ditemukan langsung didalam blogspot, sehingga kita bisa menggunakannya langsung tanpa perlu mencari gadget diluar. RSS Feed akan menampilkan berita teraktual dari web yang kita ikuti/ berlangganan RSS Feednya. Jadinya, di blog kita bisa ditampilkan update judul-judul teraktual berita terbaru, bisa ngambil dari mana aja, seperti okezone, detik, antaranews, vivanews, dsb.

6. Flashfortex

yang ini emang jarang dipakai para blogger, tapi menurutku flashfortex bisa memberi sentuhan dinamis pada blog. Sehingga blog tidak lagi terkesan kaku. Flashfortex adalah penyedia layanan pembuatan flash banner. Kita tinggal mengetikkan input text, akan diolah menjadi animasi flash yang siap ditempelkan di blog kita melalui script. klik flashfortex untuk mencobanya.

7. 3jam

Blog bisa kita manfaatkan sebagai sarana komunikasi. Pernah membayangkan ga bila kita sediakan form di blog, dimana dengan form tersebut pengunjung bisa berkirim pesan SMS dari blog kita langsung masuk ke HP kita.. wow. dapatkan di 3jam. Cuman registrasinya makin sulit aja, tidak seperti dulu. Sekarang harus melewati sms konfirmasi.

8. Yahoo Messenger Status and Pingbox

Ini juga untuk sarana komunikasi. Saat ini, hampir tiap blog menempelkan status YM mereka. offline / online. Tujuannya jelas, yaitu mempermudah pengunjung untuk bisa berkomunikasi. Pengunjung tinggal klik bisa langsung chat sama si empunya blog. Selain status, YM juga menyediakan embed pingbox. Pingbox adalah kotak chating yang langsung ditempelkan di blog kita. untuk mendapatkan bisa klik YM Pingbox.

9. Emailme Form

Gadget ini menyediakan script yang bisa membuat form di blog kita. Fungsinya? form yang diisikan si pengunjung di blog bisa masuk langsung ke e-mail kita. Gadget ini banyak dipakai untuk keperluan bisnis, seperti mengisikan form pemesanan, atau untuk keperluan-keperluan yang membutuhkan privasi lebih. buat formnya disini.

10. Blog Rank

Blog juga sebagai sarana narsis. Sering dari kita berlomba-lomba untuk menampilkan posisi rank kita dan terus berharap rank nya naik terus. Apa yang dicari? mungkin kepuasan saja.. Blog rank bisa dicari di Alexa, Google page rank, technorati, dsb.

Daftar gadget diatas adalah sebagian kecil gadget / widget yang bertebaran di luar sana. Masih banyak gadget / widget keren lainnya. Bagi sobat blogger yang tahu bisa berbagi lewat komen di bawah...
@ © 2008 Template by:
xandanx