Peluang Ekspor Mebel ke Eropa Semakin Lebar
Dari Detik Finance Rabu, 07/10/2009 12:03 WIB
Jakarta – Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) memastikan peluang ekspor produk mebel (furniture) Indonesia ke Eropa akan semakin besar. Setidaknya ada 27 negara Uni Eropa yang telah memberikan komitmennya untuk meningkatkan impor mebel dari Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asmindo Ambar Tjahyono saat ditemui di kawasan Mega Glodok Kemayoran, Jakarta, Rabu (7/10/2009).
“Eropa akan menjadi tujuan pasar utama kita, 27 negara telah sepakat menaikan nilai mebel impor dari Indonesia,” katanya.
Optimisme ini ia sampaikan setelah bertemu dengan para pelaku usaha Eropa yang menyatakan sangat berminat dengan produk mebel Indonesia. Selain itu, kata dia, negara-negara Eropa telah meyakini produk-produk mebel Indonesia sudah bebas dari penggunaan produk kayu hasil pembalakan liar.
“Mereka sudah percaya kepada Indonesa kalau furniture Indonesia sudah bukan berasal dari ilegal logging,” katanya.
Ambar juga mengatakan, saat ini negara-negara seperti Eropa dan AS mulai tidak mempercayai mebel-mebel asal China karena didera adanya komplain masalah kualitas. Misalnya, pihak AS yang mulai komplain terhadap penggunaan pewarna mebel asal China yang diduga mengandung racun dan kualitas kulit mebel yang menyebabkan gatal-gatal.
“Dengan kondisi itu, kalau kita bisa ambil pasar sebesar US$ 500 juta dari China itu sudah bagus,” katanya.
Ia menambahkan, dari total ekspor Indonesia ke Eropa yang per tahunnya mencapai 20 miliar Euro, dari jumlah itu sebanyak 800 juta Euro berbentuk mebel. Potensi ini sangat besar karena orang Eropa melihat produk mebel sebagai kebutuhan primer.
“Maka saya minta supaya bebas dari pajak bea masuk dan lainnya di Eropa, karena furniture termasuk barang mewah di sana,” katanya.
Asmindo mencatat nilai ekspor mebel dan kerajinan Indonesia pada tahun 2008 mencapai US$ 2,65 miliar. Tahun ini, Asmindo menargetkan ekspor hanya tercapai sebenyak US$ 2,2 miliar karena terkena imbas krisis global.
“Sampai triwulan III ekspor kita masih minus 30%, tapi dengan adanya Trade Expo Indonesia (28 Oktober-1 November 2009), sampai Desember kita optimis hanya minus 10% saja,” jelasnya.
My
Category
- CERPEN (7)
- Pengetahuan (2)
- PERSIJAP (2)
- Tentang Jepara (8)
- Tutorial Bahasa inggris (1)
- Untuk semua (5)
Blog Archive
-
▼
2010
(26)
-
▼
Februari
(19)
- Comblangin GUe DonG
- DILARANG JATUH CINTA
- AKU PASTI KEMBALI
- KASIH
- Mengapa Anti Virus bisa menghapus file
- 10 Widget / Gadget Terbaik untuk Blogger kitaDipos...
- Gebyok is not only craft
- Peluang Ekspor Mebel
- Transformasi UMKM Jepara
- Pemasaran On Line
- Daftar Pengusaha Furniture
- Industri seni kerajinan mebel ukir
- Yang mau menghubungi bupati Jepara
- Mebel di Jepara
- Champion
- Tak Mudah Mencari Pemain Baru ...
- Jadwal Persijap
- Computer & Print
- Cara membuat program perusak
-
▼
Februari
(19)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar